PABBO

Title : pabbo

Author : park sojinkey

Cast : Key, Jessica,Nicole

Rating : G

Genre : sad

lenght : ficlet?

Bodoh! Kenapa sampai sekarang aku tak bisa menghapus semua tentangnya dari kepalaku? Aku harus membencinya! Harus! Bantulah aku tuhan. Aku tidak kuat jika terus begini. Tidak kuat melihatnya dengan oranglain. Tidak kuat melepaskan senyum itu, tawa itu. Kenapa kami harus bertemu jika akhirnya seperti ini? Apakah aku jahat jika aku tak ingin dia menjadi milik oranglain? Apakah aku egois? kalau aku ingin dia terus disampingku?

“sicca-ya! coba tebak!? Aku sudah tau siapa secret admirer itu! Dan ternyata dia Nicole!! Aku sudah menebaknya dari dulu! Dan aku juga tau kalau dia menyukaiku! Entah kenapa aku sangat senang?!”

Senang? Benarkah? Tapi taukah kau? Dibalik kesenanganmu itu, hatiku tersakiti?! Sakit, sangat sakit. Kenapa? Kenapa bukan aku saja?? Kenapa harus Nicole?? Kenapa? Aku benci Nicole!! Kenapa harus ada Nicole diantara kami??


Aku memang benci padanya. Rasa-rasanya, jika tak ada hukum di dunia ini, aku sekarang juga pasti akan membunuhnya! Pikiran psikopat huh??! Ya benar, aku begini gara-gara kau kibum! Kalau kita tak bertemu, pasti aku tak akan mencintaimu!!

“sicca-ya! hari ini aku dan Nicole akan pergi kencan, kau ikut? Nicole pasti sangat senang jika kau ikut. Dia kan sahabatmu. Kau ikut ya?”

Kencan? Nicole? Sahabat? Huh!! Aku tak punya sahabat seperti dia! Aku benar-benar tak menyangka, sahabat, ah! ani maksudku mantan sahabatku ternyata adalah seorang ‘lucifer’. Dan kau bilang apa tadi kibum? Kencan?? Dengan kalian berdua bermesraan dan aku hanya melihat kemesraan kalian?? Kau sungguh tega kibum! Kau mau aku mati karna menahan cemburu??

“aku menyukai kibum! Dan aku harap kau berhenti menyukainya!”

“hei! Ada apa denganmu Nicole? Kenapa kau jadi sarkatis seperti ini? Gwenchana?” tanyaku mengelus dahinya, siapa tahu dia sedang sakit

“lepas! Aku minta, kau berhenti jadi secret admirernya! Aku muak melihatmu! Kibum itu hanya milikku!”

“ya! Nicole-ah neo waeire? Kenapa kau jadi seperti ini? Dan kenapa kau menyuruhku berhenti jadi pengagum rahasianya kibum? Dulu kau selalu mendukungku!?”

“cih! Neo ppaboya? Aku hanya berpura-pura saja! Sebenarnya aku juga menyukai kibum! Aku hanya kasian saja padamu. Hanya memberikan sedikit kesempatan. Kau gadis miskin, bermimpi menjadi seorang pacar dari seorang kim kibum? Cih! Tidak tau malu!”

“kukira kau memang tulus menjadi temanku Nicole. Aku kecewa padamu. Walaupun kau menyuruhku berhenti, aku tetap tak akan berhenti! Aku menyukainya, kalau kau benar suka, mari bermain secara sehat!”

“oh… jjinja?? Lalu bagaimana ya nasib ayahmu dan perusahaan kecilnya??”

“ya! neo napeun yeoja! Jangan bawa-bawa ayahku dalam permasalahan kita! Kau sungguh pengecut Nicole!!!”

“I don’t care. Jika kau mau menurutiku. Aku tidak akan melakukan itu”

“menuruti?”

“yap! Kau harus berhenti menjadi pengagum rahasianya dan berikan gelar itu padaku.”

“maksudmu?”

“aku akan mengaku ke kibum, bahwa akulah secret admirer yang dia cari slama ini. Dan kau!? Jangan coba-coba kau memberitaukan hal ini pada kibum. Kalau kau nekat, aku tidak tau nasib ayahmu akan bagaimana?!”

“dasar perempuan licik!”

Sampai sekarang aku masih ingat! Dasar Lucifer! Kibum, jika saja kau tau aslinya Nicole seperti apa, apa kau marah? Aku ingin skali memberitaumu. Tapi aku takut. Aku sangat kasian dg appaku. Dia sudah membangun perusahaannya dari nol. Aku tidak mau hanya karna gara-gara aku appa harus mulai lagi dari nol.

“kibum! Dengarkan aku! Nicole itu sudah menipumu! Dia bukan secret admirer yang kau cari selama ini!”

“apa maksudmu ssica? Kenapa kau seperti itu? Dia kan sahabatmu, kau tega sekali.”

“ani, ani kibum-ah. Dia,, dia,,, Lucifer!! Setan berwajah malaikat!”

“STOP! Aku tidak tau ada apa diantara kalian. Tapi satu hal yang pasti, aku kecewa denganmu Jessica. Kau sangat tidak pantas dipanggil ‘teman baik’. Kau menjelekka-jelekkan temanmu sendiri!”

“aniyo kibum-ah. Aku tidak menjelekkan, tapi ini kenyataan!! Kalau bukan karna ayahku yng jadi ancaman, aku sudah mengatakan ini dari dulu.”

“cih! Ternyata apa yang dibilang Nicole benar. Kau selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan yang kau inginkan ssica-ya!”

“maksudmu? Nicole mengatakan apa padamu?!!”

“ssica-ya, aku tau kau menyukaiku. Aku tau dari Nicole! Bukan seperti ini caranya! Kau menjelekkan temanmu sendiri ssica-ya! itu sangat keterlaluan!!! Lebih baik kau pikirkan ini baik-baik!”

Pikiran kibum yang suci sudah terkontaminasi oleh pikiran jahat Nicole. Dia dengan gamblangnya mencuci otak kibum. Sekarang situasinya berbanding terbalik seratus delapan puluh derajat. Aku tak mengira, si Nicole sudah menyiapkan senjata ini. Aku dibenci kibum? Pasti si Lucifer itu puas! Tertawa mengejek diatas tangisanku. Kibum-ah, semua yang dikatakan Nicole itu bohong! Apapun itu! Hanya satu hal yang benar. Aku menyukaimu atau bahkan mencintaimu. Dari dulu, jauh sebelum Nicole hadir dikehidupan kita.

Aku benci kibum!! Aku benci kibum yang tak mempercayaiku!! Aku benci kibum yang lebih percaya Nicole daripada aku!! Dikarenakan rasa sayang yang terlalu besar padamu, aku tak bisa membencimu dengan tulus. Walau dalam mulut aku berkata benci, tapi lain lagi dihatiku.

Aku menyerah. Aku hanya ingin suatu saat kau mengetahui kebenarannya. Semoga kau bahagia dengan Nicole kibum. Wanita ‘lucifer’ itu, walaupun aku benci padanya, tapi aku masih ingat balas budi. Semua perbuatan baiknya dulu masih aku ingat, walaupun kini aku tau, dia tidak melakukannya dengan tulus.

Daripada sakit hati melihatmu tersenyum dengan orang lain, dan kau selalu menatapku sinis dengan perbuatanku  yang sama sekali jauh dari benar, lebih baik aku yang pergi.

“sayang, apa kau yakin dengan keputusanmu ini?”

“ne~ appa. Aku tak ingin, wanita Lucifer itu macam-macam dengan perusahaan appa.”

“tapi tak harus pergi ke Amerika kan? Siapa yang menemani appa disini?” wajah appa memelas berharap aku tak akan pergi. Maaf appa, tapi keputusanku sudah bulat.

“appa! Lalu selama ini kau anggap omma apa? Patung? Robot?” aku harap gurauanku tadi dapat membuat ommaku tersenyum. Beliau sedari tadi hanya menangis sesenggukan, tidak mau merelakanku pergi.

“tetap saja sepi tanpamu sayang. Siapa lagi yang berteriak pagi-pagi kalau omma mu tanpa sengaja mengisikan timun di sarapanmu?”

“appa, ini jalan terbaik satu-satunya sekarang. Lagi pula aku disana dengan halmoni kan? Kuliahku juga udah usai. Mungkin 3 tahun lagi, baru aku kembali kesini” ujarku sambil tersenyum tapi sekuat tenaga menahan tangis agar tidak pecah.

“appa, sebentar lagi pesawatku akan boarding. Aku harus pergi sekarang”

“………………”

Aku mengelus kedua pipi ommaku yang tirus. Beliau sedari tadi hanya menyimak pembicaraan kami dalam diam tentunya sambil menangis. Sedangkan appa ku hanya bisa diam sekarang. Tidak bisa menghalangiku untuk tidak pergi ke amerika.

“omma, aku pergi dulu ya. jaga kesehatan, makan yang teratur. Appa juga, jangan kebanyakan kerja. Arraseo?”

“ne~ sayang.”

This is my tragic love story. Bisa kau bayangkan dibenci oleh orang yang kau suka? Rasanya sakit. Amat sangat sakit. Pepatah mengatakan ‘sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan terjatuh juga’. Entah harus sampai kapan aku menunggu.. menunggu tupai itu jatuh. Jadi kibum tau kebenarannya seperti apa.

Huft… ya sudahlah… setidaknya kisahku ini bisa kujadikan pelajaran. Kujadikan bahan cerita untuk calon namjachinguku nanti. Kekekeke…

END

Iklan

2 respons untuk ‘PABBO

  1. hiks..hiks.. eonni kau membuatku sedih tp tak menangis *plaaakkkk,,
    brenksek tuh nicole, pengen jambat tu rambutnya, kasian jessica nya…
    si koncinya lg main percaya aja,, dasar emang pabo *dirempuglockets*..
    aku kira yang pertama bcra itu key, tp ternyata jessica,coz ada POV ny… nanti kasih POV ny ya di FF eonni yg lain.. mianhe cma ngasih saran..

    • Nahh.. kalau disini memang eon fokusna sama Jess ajah… klo FF dahh fokus hanya pada satu Pov, biasana gak usah isi tulisan ‘Jessica Pov’ agii..mian mungkin karena eon gak tulis diatasna ‘Jessica Pov’ kamuna rada gak mudeng hehehehe… Mian ne.. makasi atas saranna…#cipong

Leave a Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s