Smart Brain, But Stupid Heart Part 1.2<2Shot

Title : Smart Brain, but Stupid Heart (part 1)

Author : Park Sojinkey

Main cast : onew, Kim taeyon

Support cast : other shinee member, Kim seohyun, dll

Rating : G

Genre : Romance

Type : 2shot

Segelintir ucapan Author:  hi!!!!!!!!!!!#lambai-lambai# aku kembali!!!#tereak pakek toa# *readers pada nutup kuping*

Aku kembali lagi bawa FF abang ayam.. maklumlah dia itu bias utamaku di shinee J. Tapi aku cinta mereka semua…

Happy reading~~~

“taeyon-ssi” panggil seorang laki-laki tinggi, tampan, tubuh atletis, matanya belo, keren, modis dan pastinya jadi incaran yeoja disekolahku. Ingat! disekolah ku bukan dikelasku. Terbayang kan gimana populernya dia? Kalian pasti berpikir atau menrka-nerka namja ini adlah namchinku. Aku akan loncat dari atap gedung ini, kalau memang benar-benar dia namchinku. Tetapi pada kenyataannya, dia bukan namchinku, dia juga bukan chingu. Yang aku tahu kita ini hanya anggota sesama osis, yang bahkan bicara sekalipun tak pernah. Dia hanya berkumpul dengan geng shinee-nya saja. Berbicara, berdiskusi, bercanda, mereka lakukan berlima. Auranya beda sih. Mereka anak konglo semua. Namanya pun aku tak tau. Padahal aku anggota osis loh. Tapi karna suatu hal aku jadi tau. Suatu hal? Nanti kalian juga tau sendiri. Lanjut ke namja tadi. Karena merasa seseorang memanggil namaku, aku menoleh. Baru aku mau menyantap bekal makan siangku, buyar sudah. Aish! Namja ini! tidak tau apa, cacingku pada demo semua?(-.-)

Sebenarnya aku enggan berurusan dengannya. Paling-paling dia mau itu. Hayo! Readers pada mulai ngeres deh nih. Bukan kok, bukan hal yang berbau yadong.

“ne?”

“bisakah kita bicara sebentar?”

Wuuuiiii, sungguh seenaknya saja. Kalau bukan karena fansnya yang banyak, sudah aku banting jadi dua namja ini#dibakarflames#. aku masih mau hidup disini, daripada membangunkan singa tidur karena mengusik ketenangan pangeran, lebih baik aku membantu pangeran berburu, agar singa-singanya tak bangun#apaan cobak ini?(-.-)#

“tentu” tentu??? Sebenarnya aku benar-benar tak rela. Tapi apa mau dikata? Beras sudah jadi nasi, ya tinggal dimakan aja deh#ngawur#. “lebih baik kita bicara ditaman belakang saja” katanya sambil melengos pergi. Dasar namja kurang ajar, kenapa dia belum meminta persetujuanku dulu? Namja kaya selalu begini ya? suka ngatur? Bye bye, makan siangku. Semoga kau tetap setia menungguku disini sebelum bel tiba, agar aku bisa memakanmu dan mengisi kekosongan perutku (T_T).

kuperbaiki letak kacamataku yang turun sampai pangkal hidung. Ya benar, aku menggunakan kacamata. Jangan mentang-mentang aku pakai kacamata, kalian mengira aku nerd. Rok ku tak panjang, bahkan sama dengan yeoja-yeoja lain pada umumnya. Tapi aku memang kutu buku, karna bukulah aku jadi bermata empat. Menyedihkan dan sayangnya teman-teman sekelasku tetap mengecapku dengan panggilan nerd. Mungkin karena sikap pendiamku, aku memang tak bisa berinteraksi dengan orang lain yang belum bisa kupercaya.

@taman belakang sekolah@

“nama panjang? Nama panggilan? Tempat tanggal lahir? Hobby? Kelas? Makanan minuman faforit?” belum ada 1 menit sampai ditaman, aku sudah menghujatnya dengan berbagai macam pertanyaan. Karena memang dari awal inilah tujuannya, aku tahu itu. Namja didepanku ini diam. Hey! Kau mendadak bisu ya? kan gak cuma mendadak danggut aja yg ada. Mendadak bisu juga ada#plak! Jng percaya omongan alien#. Ekspresinya dapat terbaca jelas dari raut wajahnya, -bagaimana-kau-bisa-tahu-

“hey! Tujuanmu memanggilku ini kan?”

“ah… ne mianhae. Aku jadi tak perlu repot-repot untuk memintanya padamu. Hehehehe”

“(-.-)” kau kira ini lucu??

“baiklah, aku akan jawab sekarang. Ehm…. namaku choi minho dan———————————————“

Kucatat detail setiap perkataanya dengan cermat dibuku kecil yang aku bawa, maksudku yang selalu aku bawa dalam situasi seperti ini. Wah seohyun memang hebat. Tidak menyangka  adikku yg manja itu bisa jadi primadona sekolah.

“gumawo taeyon-ssi, aku pergi dulu dan pastikan seohyun memilihku” minho pergi melewatiku

“ne—chonmanneyo ^.^” padahal dalam hati ingin kucemplungkan saja dia ke kolam ikan yang ada disampingku ini, biar dimakan ikan koi sekalian. Setelah namja yang bernama choi minho tadi mengajukan biodatanya padaku, tanpa pikir panjang kulangkahkan kakiku menuju kelas . Aigo— perutku sakit sekali. Aku ingat, kalau aku belum memakan bekal sekolahku yang dibuatkan omma tadi pagi.

Meringis-ringis karena menahan perut sakit, tak kulihat didepanku ada orang dan… bruk! Adu jangkrik pun tak dapat dihindari. Sudah lemes belum makan, isi perut sakit, eh sekarang malah nabrak orang?! Alhasil tabrakan yang biasanya hanya membuat orang kesenggol sedikit, aku jadi jatuh mengenaskan kebelakang dengan permukaan pantat yang lebih dulu menyentuh lantai. Bahkan saking kerasnya, atau apakah karna jatuhku yang terlalu lebe, kacamataku pun jadi ikut-ikutan terbang.

Apphuda! Biasanya aku akan berteriak marah, karna ada orang yang menabrakku. Tapi sekarang kan aku ada diposisi yang menabrak, jadi kenapa harus protes? “jeseonghamnida… aku benar-benar tak sengaja… jeseonghamnida” kataku cepat-cepat meminta maaf. Aigo! Kenapa buram begini? Ku kucek-kucek mataku berusaha agar dapat melihat dengan jelas. Percuma saja, tetap saja buram seperti itu. Dari keburamanku, postur tubuhnya seperti namja?!. dia tengah mengambil kertas-kertas yang berserakan dilantai akibat tabrakan tadi. Auh… kepalaku pusing.

“silyehamnida, bolehkah aku meminta bantuanmu mencarikan kacamataku? Aku tidak bisa melihat dengan jelas. Kepalaku sangat sakit jika sebentar saja tidak memakai kaca. Sewaktu kita bertabrakan tadi, kacamataku jatuh entah dimana, bisakah kau menolongku” aku berkata semanja, selembut, dan sehalus mungkin. Aku benar-benar sengsara dengan min akut ku ini T.T

Ya!! aku berbicara padamu pabo! Kenapa kau tetap saja membereskan kertas-kertasmu itu? Dasar namja tak punya perasaan. Percuma aku berkata lembut kalau begini. Aish! Bikin kesal saja. “ya! kau tidak dengar aku minta tolong?” merasa sudah terkacangi, kali ini aku agak sedikit membentaknya.

“YA!!! NEO NEOMU!!!…..”

“neomu? Neomu apa? ayo teruskan!?” dia kira aku takut? Dia kira aku langsung ciut mendengar gertakannya?

 dia berdiri, sepertinya dia memandangku. Atau aku yang kege-e-ran?

“cih! Seharusnya kau bilang dari tadi kalau tak mau membantuku. Tau begini, aku tak akan menggunakan mulutku untuk bermanis-manis ria padamu” aku jongkok, mulai meraba-raba permukaan lantai. Mencari benda kecil penyambung nyawa mataku, soulmate mataku. “aish! Kau benar-benar menyebalkan. Awas saja kalau sampai aku tau siapa kau. Aku akan mencincangmu hidup-hidup terus  kusumbangkan dagingmu ke kebun  binatang, biar pegawai disana memberikannya untuk makan harimau!” tak peduli dia masih ada disana atau sudah pergi. Aku benar-benar kesal.

“ini” aih… ternyata dia belum pergi?

Seseorang memberikan kubenda yang sejak daritadi aku cari-cari. Seseorang yang tadi kumaki-maki. “nona lain kali, kau harus sabar meminta bantuan orang lain. Jangan cepat naik pitam” katanya lalu melengos pergi. Mehrong!! Wek wek wek…

Ring ding dong Ring ding dong….

Apa itu? Bunyi itu… bunyi itu…. Jngn bilang, jangan bilang itu BEL MASUK KELAS!!!

“ANDWEEEE!!!! KENAPA BELNYA CEPAT SEKALI?????!!!!!!!!!!!”

Aish!!! Ini semua gara-gara namja itu!! Coba tadi aku tak bertemu ‘namja yang kutak tau siapa’ pasti aku masih bisa menikmati bekal makan siangku dengan damai!!>.< plus kalau tidak ada gangguan dari namja yang bernama minho itu.

@ kelas XII, Yesung Seonsaengnim lesson#plak! Sok English!(-.-)

Aigooooo… merana sekali rasanya. Aku tak bisa konsen menerima pelajaran yesung seonsaeng. Kenapa kalian(baca:cacing) malah konser ria didalam perutku yang belum ada penonton sedikitpun?#bahasa’a gila! (-.-)#

“Panggilan kepada anggota osis dari kelas XII yang bernama Kim Taeyon, harap segera ke ruang osis segera. Sekali lagi, panggilan kepada anggota osis kelas XII yang bernama Kim Taeyon harap ke ruang osis segera.”

Apalagi ini?? Loudspeaker jelek itu memanggil namaku??

“Kim Taeyon silakan keruang osis…” Yesung Seonsaeng mempersilakanku ke ruang osis, dan kujawab dengan anggukan singkat. Aku bangkit dari tempat dudukku, keluar kelas menuju ruang osis yang letaknya lumayan jauh (-.-). Adeeehhhh! Kenapa ruangan osis yang jaraknya biasa tidak menghabiskan waktu 5 menit, bahkan sekarang sudah 10 menit pun belum sampai T.T#jalannya kayak siput sih, makanya gak sampai-sampai#

Ini pasti gara-gara aku belum makan. Kupaksa kaki ku berjalan agar aku cepat sampai ruang osis. Pasti  sesuatu penting sampai tumben-tumbennya aku dipanggil lewat loudspeker dengung itu!?

@depan pintu ruangan osis@

Knock! knock! knock!

“Permisi, aku Kim Taeyon. Bolehkan aku masuk?”

“………………..”

Knock! Knock! Knock!

“permisi, aku Kim Taeyon. Apakah aku boleh masuk?” tanyaku untuk yang kedua kalinya. Aish! Karena kesal, kubuka pintu osis dan coba tebak… apa yang aku liat???

@in ruangan osis@

Seorang namja, yang memakai seragam yang sama dengan ku tengah bertengger di jendala besar sambil menikmati alunan musik dari i-pod’na. aigo (-.-) pantas saja dia tidak mendengarkan tadi mengketok-ketok pintu. Apa itu? Dia begitu menikmati lagunya ya? sampek merem gitu? Apa jangan-jangan dia tidur lagi??

Kuhampiri namja itu, bahkan aku kenal saja tidak! sudah main gak sopan liat wajah innouncent’na yang menurutku sangat kieyowo>.<!!!! kuteliti inci demi inci, menikmati wajah halusnya, hidung mancungnya, rambut hitamnya yang memperlihatkan kesan maskulin namja ini.

Tanganku yang bekerja tanpa suruhan otak, langsung menyentuh hidung mancungnya. Menyentuh? Atau mungkin bisa dibilang membelai? Apalah!? Intinya permukaan jari-jari kananku hinggap di hidungnya yang mancungnya itu. Situasi ini mengingatkanku dengan film-film korea yang sering aku tonton(-.-)

Biasanya dalam situasi seperti aku ini, sentuh sedikit saja maka dia’a pasti bangun. Kaget… apa kek, yang pasti dia bangun. Ternyata dunia film-film korea sangat jauh dari yang namanya kenyataan(-.-). Bosan hanya menyentuh hidungnya, he…he…he J pikiran jail seketika melintas di otakku. Mula-mulanya aku hanya menyentuh biasa hidungnya, lalu kulanjutkan dengan memencet hidungnya keras-keras. Jangan ditanya deh, yang pasti dia bangun. Karena sakit tentu saja. Kekekekeke#tawa setan#

“JIAKAKAKAKAKAKAKAKAK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” aku hanya bisa tertawa ngakak, melihat namja tampan didepanku ini mengap-mengap kayak ikan kekurangan oksigen !!!!!!!! makan tuh!! Mang enak??! Lagian siapa suruh tidur! Bahkan aku saja tak kenal dia, main tidur sembarangan di ruang osis lagi?! Tidak tau apa, ketua osis melarang siapapun tidur diruang osis. SIAPAPUN! kecuali ketua osis!!! Katanya sih, aku denger peraturan tak ber-alas itu dari temanku yang sesama osis, tepatnya wakil ketua osis.

“YA! KAU MAU MEMBUNUHKU!!!”

“WKWKWKWKWKWK!!!!!”

aku tak bisa mengontrol tawaku yang semakin mebuncah saja keluarnya. Dapat kurasakan setetes air mata keluar diujung mataku, kalian tau? Tertawa yang terlalu lebe, sampai-sampai membuatku menangis!! Menangis bahagia tentunya!!! Kekekeke

“YA!!!!!!” raut mukanya garang, kalau ini komik pasti sudah keluar dua tanduk di kepalanya. Kekekeke…

“hmph… hmph..siapa suruh tidur disini?? Kau pikir ruangan osis ini kamarmu?” kataku sok sarkatis, tapi dalam hati masih saja aku tertawa ngakak.

“Mworago? Hei! Halooo!!!! Kau pikir dengan siapa kau berbicara? Kau sangat punya nyali!”

“haloooo jugaaaaa!!!! Memang kau siapa? Anaknya Obama? Huh?? Jangan mentang-mentang kau namja aku takut padamu. Cih! Sori!!! Ini jamannya emansipasi wanita tauk!! Gak pernah denger ‘emansipasi wanita’ ya??”

“KAU!” ekspresinya tampak geregetan melihatku. Walau ekspresinya seperti itu, kenapa dia tetap imut ya?? :p

“Apa????!!!! Kau tidak tau kan? Kalau kami, anggota osis sangat melarang anggotanya untuk tidur diruang osis! Jangankan anggota osis, kau bahkan bukan siapa-siapa berani tidur dengan damainya di jendela?? Kau pikir dirimu burung??? Bisa berkicau, ci ci cuit ci ci cuit???”

“tidur?” tanyanya

“ne! aturan yang tak ber-alas itu disampaikan oleh wakil ketua osis sendiri! Katanya yang boleh tidur atau bersaintai-santai diruang osis ini hanya ketua osis saja yang boleh. Cih! Bahkan aku yang sudah menjabat osis selama 1 tahun, tidak tau siapa ketua osis sekolah ini. Jangankan orangnya, namanya pun aku tak tau.”

“mwo?? Kau tidak tau ketua osis mu sendiri? Bahkan namanya pun kau tak tau??” kenapa namja ini? Kenapa dia kaget gitu?

Aku diam, malas meladeni namja yang ‘imut’ ini. Aku mengedarkan pandangan sekelilingku. Ruangan osis yang terkesan mewah, elegan dan klasik sangat berbanding terbalik dengan ruangan guru yang biasa saja dan sederhana. Pilih kasih nih namanya!! Aku yang tengah sibuk, memperhatikan setiap detail pojok-pojok ruang osis yang mewah itu, tiba-tiba dikagetkan oleh suara tawa keras yang langsung membuatku kaget!

“JIKAKAKAKAKAKAK!!!!!!!!” namja ‘imut’ itu tertawa ngakak, dan aku hanya bisa mengernyit heran melihat tingkahnya. Bahkan, aku tak menyangka dia tertawa sampai guling-guling!? Kok kayak dejavu?! (-.-)

“ya! kau kenapa namja aneh??” teriakku, sudah tak tahan aku melihat tingkahnya yang sudah hampir jatuh dari normal itu. Tertawa-tawa tak jelas tanpa kutau apa sebabnya dia bisa tertawa begitu? Dia tidak gila kan?

“kekekeke…..” dia masiiiiiiiiiiih saja tertawa. Sebenarnya apa sih yang dia tertawakan? Sangat lucu ya? atau jangan-jangan…. Jangan-jangan dia tertawa karna aku tak tau ketua osis sekolah ini?! Cih! Dia pikir ini lucu? Hei namja ‘imut’! kalau memang benar kau tertawa karna ini, mungkin kau akn mati tertawa hari ini. Kenapa? Karna bukan aku saja yang tidak tau ketua osis disekolah ini tu siapa. Setengah dari anggota osis pun, kalau ditanyai ‘apakah kau tau siapa ketua osis sekolah ini?’ aku yakin jawabannya pasti tidak!(-.-)

“Ya! berhenti tertawa! Kau menggangguku bodoh!”

“kekeke…kekeke…kekekeke”

Baiklah kubiarkan dulu dia tertawa sepuasnya. Sampai mati pun tak kenapa, pasti bakalan heboh di Koran. ‘seorang pemuda tewas karena kebanyakan tertawa’. Kalau benar itu terjadi, selanjutnya aku yang tertawa ngakak membaca beritanya.

10 menit, kubiarkan dia tertawa sepuasnya. Sampai akhirnya tawanya padam, dan kulihat dia menyeringai?? Aigo! Kenapa ke’imut’annya tergantikan dengan wajah maskulinnya?? Dia punya dua kepribadian ya??

“kenapa kau menyeringai seperti itu?? Sebaiknya kau berkaca gih! Mukamu seperti vampire!”

“kim taeyon, kim taeyon…. Kau sungguh bodoh. Ckckck”

“ya! berani kau memanggilku bodoh? Neo jjugoshipohaeyo?????”

“kekekeke….. kau masih belum mengerti juga??”

“mengerti?!”

“kekeke…. Kau sungguh tak sopan dengan ketua osismu Kim Taeyon….”

“aku kan sudah bilang, ini jamannya emansipasi wanita! Jadi aku tidak akan takut!! walaupun kau ketua osis sekalipun!! Ingat itu!! Ketua osis!.. ketua osis????????” kataku mengulang perkataan bodohku. Apa tadi dia bilang??

“wae agashi??”

Hei! Hei! Hei! Katakan kalau aku salah dengar. Dia bilang ketua osis? Maldo andwe! Maldo andwe!!!!!>.<

“ya! kau pikir aku bisa terperangkap dengan jebakan licikmu!!!??? Cih!! Jebakanmu sudah terlalu kuno! Tidak adakah jebakan yang lebih pintar??” kataku sok, sebenernya takut juga sih. Udah takut, masih sok sok’an berani. Menyedihkan T.T

“terserah kau mau percaya atau tidak. Tapi aku memanggilmu kesini, ada hal penting yang ingin aku bicarakan padamu”

“…………” aku diam. Tidak tau harus ngapain, percaya atau tidak, dia bohong atau tidak. Argh!!!!!!!!!! Aku masih tidak bisa percaya. Dia.. dia.. ketua osis? Yang tidak pernah nongol di sekolah, sekarang tiba-tiba saja muncul begitu saja diruang osis?? Dan tadi dia…dia MEMANGGIL NAMAKU????

“aku memberhentikanmu dari jabatan sekretaris osis 1.”

“MWO?????????????????????????????????????? O.o” mataku membulat, bibirku menganga lebar lagi-lagi tidak percaya dengan ucapan yang terlontar dari bibirnya. Apa salahku? Aku sudah melaksanakan kegiatan osis dengan baik. Dan tiba-tiba sekarang aku diberhentikan dari osis? Atau bahasa kasarnya dipecat? Omo!? T.T

“tapi…tapi… apa salahku??? Kenapa aku diberhentikan? Setahuku, aku tidak pernah membuat masalah di osis. Jangankan di osis, disekolah pun aku jauh dari yang namanya masalah! Aku tidak terima jika diberhentikan tiba-tiba seperti ini!?!” emosiku mulai meluap-luap. aku benar-benar tak terima diperlakukan seperti ini, dia pikir harga diriku bisa diinjak-injak kayak rumput!!

“hihihi…. Sabar taeyon-ah. Dengarkan aku bicara dulu. Kau memang harus berhenti dari jabatanmu sebagai sekretaris osis 1. Lalu, mulai sekarang kau berganti jabatan sebagai asisten pribadi ketua osis. n_n”

“APA?????? aku???? Asisiten pribadi ketua osis????? kau…aku????”

“ne~ dan profesi itu akan kau lakoni mulai hari ini. Ok, itu saja untuk hari ini. Besok pagi-pagi aku tunggu kau diruang osis. annyeong….. aku pergi dulu. Ada urusan” namja yang mengaku-ngaku ketua osis, yang bahkan namanya aku tidak tau, pergi dari ruangan yang bergaya klasik nan mewah itu. Sedangkan aku, masih berdiri mematung seperti patung liberty. Bedanya, aku mematung tidak  mengangkat tangan kananku lurus keatas dan membawa obor emas. Aku hanya diam, layaknya manekin pajangan toko.

“oh ya, taeyon-ah!”

aku masih diam, tidak berkeinginan menoleh ataupun membalas sapa namja yang kukira sudah pergi tadi. Eh! Tau-taunya malah nongol lagi dari balik pintu.

“aku minta mulai hari ini dan seterusnya, kau jangan pernah melepas kacamatamu dihadapan orang lain! Terutama namja!!! Kecuali denganku. Ara???”

Lagi-lagi aku hanya diam

“kuanggap, ‘kediammanmu’ itu sebagai jawaban iya. Awas saja jika aku liat kau melepas kacamatamu dihadapan oranglain.”

Kali ini dia sudah benar-benar pergi. Kulihat pintu osis yang setengah terbuka. Melepas kacamata? Dasar namja aneh! Dia mengajukan syarat padaku? Aneh… apa cobak hubungannya asisten pribadi ketua osis sama kacamata yang kupakai?? Baiklah, dari pada nerka-nerka yang bikin kepalaku tambah puyeng, besok saja aku kesini. Sekalian membuktikan dia benar-benar ketua osis atau tidak. Awas saja kalau dia menipuku, sampai ke marauke pun akan aku tandangi! Ingat itu namja ‘imut’!!!! aigo… bahkan dalam situasi genting pun aku masih saja memujinya (-.-). Habis beneran imut sih!!!!!!!!!!>.<

@pulang sekolah@

“eonie!!!!eonie!!!!” astaganaga! Suara cempreng itu… aku yang sudah keluar dari areal sekolah dikejutkan dengan teriakan sesosok perempuan yang memanggil-manggil namaku dengan volume max!

“seohyun-ah, bisakah volume suaramu dikecilkan sedikiiiiiiit saja.” Dia yang baru saja berhasil menyusul langkahku, langsung kusindir dengan kata-kata yang sedikit halus tapi menusuk hati. Namanya juga nyindir.

 “hehehehe”

eh! Malah nyengir lagi?! Kok kayak dejavu sih?? Udah berapa kali nih? Dejavu terus dari tadi (-.-). “mianhae eonie…. Habis aku semangat sekali hari ini. Oh ya??! ada berapa orang hari ini??” tanyanya semangat.

“Cuma 1”

“mwo? Cuma 1?”

“kenapa? Kecewa? Aish! Seohyun-ah, eonie tidak mau lagi seperti ini. Eonie capek. Lebih baik kau lakukan sendiri saja. Kuberitahu ya, kau tidak boleh mempermainkan perasaan orang. Kena batunya nanti baru tau rasa kau!”

“wae? Kan mereka yang suka padaku. Jadi buat apa aku harus merasa bersalah”

“bukan,bukan itu masalahnya seohyun-ah. Kau tidak bisa memilih mereka sesuka hatimu layaknya mainan ditoko, yang bisa dibeli dan tinggal dibayar dikasir. Namja-namja itu manusia bukan mainan. Dan satu lagi, jangan melihat orang dari fisiknya. Lihat lah dari ini” aku menunjuk-nunjuk dadanya dengan telunjuk kananku. “ini… biodata terakhir. Aku tidak mau melakukan ini lagi.” Aku menyerahkan note kecil  pada deonsangku seohyun. Lalu aku pergi dari hadapannya. Aish! Aku tidak peduli dia memanggil-manggil namaku seperti orang gila.

Satu yang aku mau sekarang. PULANG dan MAKAN. Loh? Itu bukannya dua ya??? pabo!!! Maksudku dua, dua hal yang sangat aku ingin lakukan hari ini. Omo!! Aku sangat ingin pulang sampai rumah dengan cepat kemudian makan. Aku sangat lapar lapar lapar lapar!!!!!

@taeyon home@

“omma!!! Aku pulang……….. omma?!!! Omma?!!!”

“ne- sayang. Jangan teriak teriak ah! Ganti baju, cuci kaki, lalu makan siang.” Ok…. Teriakan cempreng seohyoon terbukti menular. Apakah ada dokter spesialis yang menangani penyakit langka ini? Kurasa tidak (-.-)

Setelah melakukan apa yang disuruh omma tadi, cepat-cepat aku turun dari kamarku, lalu hinggap di meja makan. Wuuuiiiii surga dunia>.<. omma masak hebat hari ini!!! “SELAMAT MAKAN” kataku dengan semangat 45.

 “pelan-pelan sayang, nanti kau tersedak”

“mian omma, aku sangat lapar” kataku nyengir

“omma kan sudah membuatkan mu bekal tadi pagi. Kau tidak memakannya?”

Aku melirik seohyun dengan dead glareku, tapi memang dasarnya dia tidak mengerti. Dia hanya ngerjap-ngerjap mata geje. Kalau bukan awalnya gara-gara ada namja yang ingin jadi pacarnya, yang mengajukan biodata padaku tadi pagi, aku pasti bisa melahap bekalku dengan nikmat. Eh ditambah dengan insiden tabrak jangkrik tadi

“karna ada sesuatu dan lain hal, makanya aku tidak bisa menikmati bekalku omma”

“oh… ya sudah. Mani meogo. aigo, kau kelihatan lapar sekali..”

@in night at taeyon room@

Knock! Knock! Knock!

Seseorang mengetuk pintu kamarku. Aish! Padahal tadi aku sudah hampir memasuki dreamland. Siapa sih malem-malem gini! Gak tau ngantuk apa??? “siapa?”

“eonie~~” aigo, nada manja itu lagi. Aku sampai bosan mendengarnya setiap hari. “masuk saja, pintunya tidak kukunci”

Cklek

Pintu terbuka. Aigo mataku sudah lima watt! “kenapa seaoyoon-ah? Ppalli marae, aku benar-benar ngantuk.”

“eonie.. aku mau bicara.”

“iya tau… aku tau tujuan mu kesini untuk bicara. Jangn berlete-lete. Ayo cepat katakan” kataku lemah. Mataku terpejam, tapi masih bisa menangkap apa yang dibicarakan seohyun, walaupun kurang konsentrasi. Posisiku diatas tempat tidur king size, memeluk bantal tidur dan desiran angin dari kipas angin dinding membuat mataku tambah ngatuk saja.

“eonie..”

“ehm?”

“ mianhae”

“untuk?”

“untuk tadi pagi. Aku tidak akan membuat eonie susah lagi. Aku akan berusaha sendiri mencari namja yang pantas untukku”

“baguslah jika kau sudah mengerti”

“eonie, aku sangat ingin mendapatkan namja yang memang benar-benar baik untukku. Untuk itulah aku minta bantuan eonie, untuk meyeleksi namja-namja yang mengatakan suka padaku. Apa dia benar suka? Atau dia hanya sekedar melihat penampilan fisikku saja?? Aku tau eonie bisa melihat mana namja yang pantas untukku, dan mana namja yang tidak pantas untukku. Tapi hari ini, aku sadar. Aku sudah begitu banyak menyakiti hati namja. Aku sadar aku terkenal, itu malah membuatku lupa diri. Mulai sekarang aku akan mencari cinta sejatiku sendiri. Gumawo ya eonie atas nasehatnya tadi pagi…”

“……..”

“eonie?”

“………………….”

“eonie??”

“……………………………..”

“eonie???”

“ZzZzZzZzZzZzZzZzZzZzZz”

“ya! eonie ppabo!!!!! Kau tidur!? Aish! Eonie menyebalkaaaaaaaaaan!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!>.<”

T/B/C……

Bagaimana bagaimana bagaimana?????? Comment monggo J

Iklan

3 respons untuk ‘Smart Brain, But Stupid Heart Part 1.2<2Shot

  1. Huahhh, baru liat wp kamu..
    first ff yg aku baca…

    klo casnya onew pasti aku suka..
    masihh penasaran kelanjtannyaa..
    lanjut baca yahh~~~

  2. kok gaya bhasax kyak brubah y?
    aq rda aneh ada tmbahan klimat dri authorny..(klimat stlah tanda #)
    trus rda bngung jg ama sifatx jinki oppa, kyak org labil bgtu..
    ehehe, ato cma prsaannx q aja y?
    tpi, tetep kren.. koplak bgt.. lucu..
    next part~

Leave a Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s