Saranghae~ Dino Pabbo Part 1

Title : Saranghae~ Dino Paboo part 1

Author : Park Sojinkey

Main cast : Kim Jonghyun, Kim Nara

Support cast : Other shinee member

Rating : G

Genre : Romance, Humor, School Life

Type : Chapter

Note:  Yeeeee… tinggal terakhir abang Dino aja yang belum kubuatin FF.. baru sempet sekarang bikinnya. Mudah-mudahan tidak mengecewakan readers sekalian.. dan ini FF chapter pertamaku loh.. happy raeding all… jangan lupa comment yaw J

Aku benci dia..

Dia selalu mengusiliku..

Dia selalu menggangguku..

Dia selalu membuatku marah..

Dia selalu membuat mood ku jadi berantakan..

Dia menyebalkan…

Dia player sejati..

Suka mempermainkan wanita. Bad boy! Pacaran paling lama hanya 1 minggu. Setelah dia mendapat bibir gadis yang dipacarinya maka seketika itu juga namja itu akan memutuskan hubungan sepihak. Tidak jarang dia mendapat satu hadiah manis mendarat dipipi mulusnya. Aku heran. Kenapa dia tidak bosan-bosannya mempermainkan yeoja? Aku benci dia!

Tapi.. namja yang membuat jantungku berdebar-debar… hanya dia.. Kim Jonghyun. Namja sialan!! Mati saja kau!

***

 “Chagiya~ kau mau kan mengantarkanku ke mall sehabis pulang sekolah nanti? Aku ingin membeli sesuatu” kata yeoja didepanku sambil merangkul pinggang namjanya dengan manja.

“Tentu. Aku akan mengantarkanmu kemana pun kau pergi chagiya”

Hoeks! Apa itu? Ya! Kalau kalian ingin bermesraan jangan disini! Ini tempat makan bodoh! Ini kantin! Dino dengan lihainya mengelus pipi yeojachingunya mesra. Membuat bulu kudukku merinding kegelian. Apa mereka tidak lihat? Kantin sedang ramai! Bahkan Aku, Onew, Key, Minho, Taemin, yang sudah menemaninya makan sedari tadi disini tidak digubrisnya?? Oh jjinja.

“Ya! Dino jelek! Kalau kalian mau pacaran, jangan disini! Kalian membuat selera makanku hilang! Pergi sana!” usirku kasar. Yeojachingu Dino mengernyit heran. Seperti tidak terima dengan aksi pengusiranku. Dia mengguncang-guncang tubuh Jonghyun pelan. Seperti merengek. Cih. Manja sekali. Ingin kujambak saja yeoja ini. Onew, Key, Minho, dan Taemin yang tadinya asik mengunyah makanan mereka dengan tekun, tampak terkejut mendengar aku berteriak marah.

“Kalau kau tidak suka, jangan duduk disini.” Mwo? Apa si Dino sialan itu bilang? Kalau tidak suka, jangan duduk disini? Omo~ dia bertingkah sekali. Ish!

“Ya!” aku menggebrak meja, berdiri. Melihat iblis kearah Jonghyun a.k.a Dino, namja sialan yang tidak tau etika. Lagi-lagi Onew dkk minus Dino, melihatku kaget. Mereka hanya diam tidak berani menggubrisku sama sekali.

“Siapa yang lebih dulu menduduki meja ini? Siapa yang dengan seenak jidat duduk bergabung bersamaku disini?? Jadi siapa yang mustinya pergi dan sadar akan dirinya sendiri yang cuma numpang bergabung duduk disini bersamaku??? Huh???” Dia diam. Tidak berani melihatku. Begitupun yeojachingunya, Se Kyung. Mereka seperti melihat setan.

“Sudahlah Nara.. Duduk. Kau tidak lihat? Semua murid melihatmu” Key menengahi. Menarik tanganku pelan, membuatku duduk di kursiku kembali. Mataku menatap kesal kearah Dino jelek nan menyebalkan ini. Aku melihat makananku dengan tidak berselera. Ish! Sial!

“Aku mau kembali ke kelas saja. Aku tidak ada mood untuk makan” ucapku sambil beranjak dari kursi. Pergi meninggalkan kantin. Semua pasang mata melihat kearahku. Sial! Namja itu selalu membuat mood ku berantakan.

***

 Kalian pikir, aku akan pergi ke kelas? Yang seperti aku katakan tadi?? Tidak. Aku tidak ke kelas sama sekali. Aku melangkahkan kakiku dengan tergesa menuju toilet. Toilet perempuan. Sepi… Suasana toilet yang berdominan warna putih, sudah tidak asing lagi di mataku. Aku menatap ke sekeliling, memilih toilet mana yang mestinya aku masuki. Kuputuskan untuk memasuki toilet paling pojok, menguncinya dengan cepat, agar tak ada seorang pun yang dapat mengganggu privasiku. Kututup kloset duduk, dan kududukkan diriku diatasnya. Mengambil posisi duduk yang nyaman. Lalu dimulailah ritualku yang biasa aku lakukan di toilet….

“Huwaaaaaa..hiks…hiks…hiks…..” Aku menangis. Orang-orang biasanya pergi ke toilet untuk membuang hajat, aku malah menangis?? Ya. aku menangis. Dan itu gara-gara si Dino sialan itu. Kenapa dia musti membuat perasaanku kalut seperti ini? Dengan bermesraan dengan yeojachingunya, yang entah sudah yang keberapakalinya?! Aku cemburu! Benar aku cemburu! Tapi sayangnya orang yang aku cemburui, begitu kurang ajarnya mengumbar kemesraannya dengan yeoja lain. Ah. Ani. Dia tidak kurang ajar. Dia tidak patut kusalahkan. Dia tidak tau perasaanku. Aku yang bodoh! Aku yang bodoh, karena aku terlalu pengecut untuk menyatakan perasaanku padanya. Ya benar. Aku bodoh. Benar-benar bodoh.

“Croooootttt” kukeluarkan semua lender-lendir menjijikan dari hidungku, kuseka dengan tisu toilet yang bergulung rapi dekat samping kloset. Kutarik kasar tisu itu bergulung-gulung, kini kuseka untuk menghapus air mata yang sudah deras mengalir di pipiku. Selalu begini. Aku selalu menangis, mengeluarkan perasaan kesalku, marahku, cemburuku, semuanya… disini. Di toilet. Toilet perempuan. Kadang aku menyesal. Kenapa aku harus bertemu Dino sialan itu? Kenapa aku bisa jatuh cinta padanya?

***

Begitu bel pulang sekolah Shining High School berbunyi, cepat-cepat aku pergi lebih dulu meninggalkan kelas. Menghiraukan begitu saja teriakan Key yang memanggil-manggilku keras. Kenapa suasana hatiku belum membaik juga? Dan kenapa kami berenam harus sekelompok mengerjakan tugas dari Kyuhuyun seongsaengnim?! Cih! Ini benar-benar petaka. Jangan sampai yang lain tau! Jangan sampai rahasiaku terbongkar!

“Ya! Tupai jelek! Dari tadi aku berteriak memanggilmu. Kau tuli huh?” Dasar Kunci pink jelek doyan shoping! Sudah kukatakan jangan panggil aku tupai! Biar kuberitahu, dia namja nomor dua setelah Dino yang sering membuatku kesal. Kim Keybum. Bukan! Bukan! Yang benar adalah Kim Kibum. Dengan seenaknya dia merubah namanya, padahal jelas-jelas di akta kelahirannya, namanya itu Kim Kibum! Bukan Kim Key Bum! Tapi yah.. karena aku kalah taruhan jadilah aku harus memanggilnya dengan Keybum. Bukan Kibum.

“Sudah kukatakan berapa kali, jangan panggil aku tupai! Kau mau, semua koleksi jaket bulumu aku bakar?”

“Huh.. bakar saja. Itu pun kalau kau tau, dimana aku menyimpan jaket buluku. Sampai matipun kau tidak akan menemukannya. Hahaha…” tawanya mengejek dan penuh percaya diri.

“Cih. Kau pikir otakku ini Pentium berapa? Dasar kunci jelek doyan shoping! Tentu aku tau kau menyembunyikan jaket bulumu dimana. Hahahaha” sekarang aku yang tertawa mengejeknya. Wajahnya tampak takut dan cemas. Kekeke.. aku sangat suka membuatnya takut. Aku suka menindasnya.

“K-ka-kau tidak mungkin tau, aku menyembunyikan jaketku dimana! Pasti kau tidak tau!” ucapnya gugup. Bibirku terukir manis sebuah senyuman yang amat sangat mengejek. Membuatnya secara tidak sadar mengeluarkan keringat dingin, yang membuat tampangnya sungguh sangat lucu dan menggemaskan. Hahaha.. aku sangat suka membuat dia repot dan takut. Sungguh sangat manis sekali.

Key lari terbirit meninggalkanku. Hahaha.. sekarang dia pasti pulang ke rumahnya, mengecek jaket bulunya, apa masih tersimpan dengan aman atau tidak. Sejujurnya, aku tidak tau dia menyembunyikan jaket bulunya dimana. Aku hanya menggodanya. Kekeke.. setidaknya mengerjai seorang shoping maniac macam Keybum, sudah membuat perasaanku sedkit menjadi lebih baik.

Plak!

“Dasar namja sialan!! Mati saja kau!”

Huft! Lagi-lagi aku mendapat tontonan gratis. Di depan gerbang sekolah, aku melihat Dino mendapat hadiah manis lagi dipipinya. Pipinya terbuat dari apa sih? Kebal sekali dengan tamparan. Ckckck.. Yeoja yang menampar Dino pergi. Dan yap! Yeoja itu Sekyung. Aku sangat yakin menebak dengan benar, mereka pasti putus. Apa si Dino jelek itu sudah mendapat mangsa baru? Cepatnya…

Aku menghampirinya. Tapi sepertinya dia tak menyadari aku ada di sampingnya. Dino mengelus pipinya yang baru ditampar tadi oleh Sekyung. Oh.. sakitkah?

“Appo~” ringisnya manja. Ommo~ ya Tuhan… kenapa kau membiarkanku melihat pemandangan ini? Si Dino ber-aegyo ria di depanku?? Ommo~ seandainya mataku ini adalah kamera digital, pasti aku sudah memotretnya sekarang juga. Kujadikan sebagai kenangan yang terindah untukku.

“Hahaha.. ditampar lagi?” ejekku. Dia menoleh. Barulah dia menyadari keberadaanku. Bibirnya manyun. Lucu sekali. Aku suka. “Bukan urusanmu” jawabnya cuek. “Sudah yang keberapa kali?” tanyaku tanpa menggubris sikapnya yang cuek terhadapku.

Dino melihatku sengit. Mendekatkan dirinya, menghampiriku. Entah kenapa aku merasa ada gelagat aneh pada diri si Dinosaurus ini. Perasaanku mulai terasa tak enak. Secara otomatis badanku mundur, menghindarinya. Tapi dengan cepat dia mengamit tangan kananku, menarikya keras sehingga membuat tubuh kami bertabrakan keras. Dia tersenyum evil. Kemudian…

Chu~

Dino mencium bibirku. Ok, seharusnya reaksi ku bukan biasa seperti ini. Tapi.. DINO MENCIUM BIBIRKU!!!!!! Begitu baru benar. Sial! Sial! Otakku tidak bisa bekerja dengan benar. Otakku hangus karena tidak bisa menerima kinerja jantungku yang memompa terlalu kuat.

Dia melepaskan ciumannya. Aku masih dengan mata melotot besar. Bengong. Memikirkan.. apa benar dia tadi mencium bibirku? Bibirnya yang seksi itu menempel dibibirku?? Iyakah?

“Lain kali, jangan mengumbar kemesraanmu dengan Keybum di depanku..”

“MWORAGO???” teriakku keras. Otakku begitu bekerja dengan baik lagi, setelah mendengar mulutnya berucap ‘jangan mengumbar kemesraanmu dengan Keybum di depanku’. Hei! Apa yang dia pikirkan tentang aku dan Keybum. Bermesraan? Dia pikir kami pacaran?

“Ya! Tupai jelek! Teriakanmu cempreng sekali. Kau merusak kuping indahku!”

“Kuping indah dari Singapur? Kuping seperti gajah begitu, jangan dipuji-puji! Kau pikir aku tidak tau, kau membersihkan kupingmu hanya sebulan sekali??” aigo~ yeoja macam apa aku ini? Masa namja yang kusukai malah aku jelek-jelekan? Seharusnya aku memuji-muji orang yang aku suka. Tapi tunggu dulu. Apa yang patut aku puji darinya? Tidak ada satu sifat baiknya yang terekam jelas di otakku. Yang aku ingat hanya sifat playboynya yang selalu mempermainkan yeoja. Dia player sejati.

Dia manyun. Aku tertawa. Baru kali ini, dia memperlihatkan sikap kekanak-kanakannya padaku. Aku senang sekali. “Diam! Kenapa kau tertawa?” tanyanya galak.

“Aku tertawa tentu saja karena ada yang lucu bodoh! Kau kira aku gila, karena tertawa tanpa alasan?” Lagi-lagi dia manyun.  Eits! Ada sesuatu yang hampir saja terlupakan.

“Ya! Apa maksudmu, jangan mengumbar kemesraanku dengan Keybum didepanmu? Apa yang kau pikirkan tentang kami? Dan kenapa kau MENCIUMKU!!! TAK TAU KAH KAU? ITU CIUMAN PERTAMAKU BODOH! DASAR BAS***D#suara naik 10 oktaf#!!!”

Pak puk pak puk..

Aku memukul liar lengan kanannya. Memukul dengan sekuat tenaga. Berharap dia hancur dengan pukulanku. Dia membentengi pukulanku dengan kedua tangannya, yang menghalang-halangiku untuk memukulnya. Merintih? Pasti iya. Wong aku mukulnya kayak gajah ngamuk belum makan seminggu.

“Aw..aw..aw.. appo Nara-ya.. appo. Hentikan. Hentikan!” bentaknya. Ditahannya kedua tanganku yang bergerak bebas sedari tadi memukulnya. Tangan kanannya mencengkram erat kedua tangan mungilku. Membuatku menghentikan aktifitas pukul memukul. Matanya menatapku intens. Dan entah karena apa, mungkin seperti terhipnotis, aku diam.

“Kalau kau ingin memintaku untuk bertanggung jawab, kita pacaran saja”

“MWO??? O.o”

TBC..>>>>>

Hahahaha.. gimana readers? Ancurkah? Aneh? Kurang puas? Kurang menarik? Atau kurang lucu??? Mianhae.. author baru belajar.. maklum ye J  monggo.. aku minta saran dan kritiknya… ditunggu chap 2’na ya..

Iklan

5 thoughts on “Saranghae~ Dino Pabbo Part 1

  1. emang dasarnya abang jjong itu imut bgt y?
    tpi kok aq ngerasa ini bkan sifat asliny jjong?
    ato, dia itu player yg imut n manja?*apasih
    mari qt liat klanjutanny~

Leave a Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s