Saranghae~ Dino Pabbo Part 2

 

Title : Saranghae Dino Pabbo part 2

Author : Park Sojinkey

Main cast : Kim Jonghyun, Kim Nara

Support  cast : other shinee member

Length : chapter

Rating : G

Genre : romance, school life, humor

Note : hi.. author balik bawa ff lanjutannya abang Dino. Sebelumnya thor mau ucap mianhae~ ff ku part ini aku buat dalam keadaan otak buntu. Maaf kalau mengecewakan L

“Chagi~ chagiya~”

“Aish! Berhenti memanggilku chagiya! Aku tidak suka! Panggil namaku saja! Nara! Panggil Nara saja!”

“Wae~ kau sekarang kan yeojachingu–!”

“Ssssstt.. kecilkan suaramu bodoh!! Kau ingin semua orang tau?”

“Biar saja.. kau kan memang yeojachinguku. Lagipula siapa yang mengenal kita disini? Kita tidak di sekolah pabbo!”

Ya ya ya. Jika kalian bertanya, aku menjalin hubungan sekarang dengan si Dino jelek ini, jawabannya adalah iya. Kami pacaran sekarang. Dia yang memaksaku. Sebenarnya tidak usah dipaksa juga aku pasti mau kok. Tapi yah.. begitulah.. sedikit menaikkan gengsi. Dan sekarang, apa yang kami lakukan? Baru beberapa menit saja tadi kami mulai menjalin suatu hubungan yang dinamakan ‘pacaran’, sekarang dia memaksa untuk mengantarku pulang.

Bukan apa-apa, tapi aku sebenarnya tidak ingin diantarnya pulang. Begitu sampai rumahku, jika dia tau yang sebenarnya, aku takut nanti dia menjadi benci dan marah padaku. Apa yang kalian pikir? Rumahku jelek sampai sebegitunya tak ingin dia tau? Bukan.. bukan itu. Rumahku.. rumahku bisa dibilang sederhana. Tidak terlalu jelek dan juga tidak terlalu bagus. Lalu apa? Penasaran?

Dia mengambil telapak tangan kananku. Ditempelkannya dengan telapak kanan kirinya, lalu dimasukkannya jari-jarinya ke ruas-ruas jari-jari tangan kananku. Diayun-ayunkannya tangan kananku kedepan, kebelakang. Sesekali dia melempar senyum manisnya padaku. Sungguh. Ini benar-benar mimpi yang terlalu indah untukku. Tuhan.. kalau benar ini mimpi, aku mohon jangan bangunkan aku sekarang.

“Dino! Kalau kau mengantarku pulang jalan kaki, lalu mobilmu di sekolah mau kau kemanakan?” Sebenarnya aku hanya mencari satu kebohongan untuk berkelit. Aku tidak ingin dia mengantarku pulang. Jangan sampai dia tau..

“Biar saja mobilku menginap sehari disekolah. Mana mungkin aku membiarkan yeojachinguku jalan kaki, pulang ke rumahnya sendirian?! Aku tidak mau yeojachinguku diculik” Omona~ inikah yang dinamakan rayuan dari seorang namja playboy? Rayuannya maut sekali. Dia bodoh, gila atau bagaimana? Takut diculik? Aigo~ dia pikir umurku berapa tahun? 5 tahun? Yang benar saja namja ini.

“Dasar Dino pabbo! Kalau kau mau merayu, jangan memakai rayuan kelas teri begitu! Diculik? Mana mungkin! Kau pikir umurku berapa sekarang? 5 tahun?”

“Bisa saja kan. Aku hanya mengikuti kata pepatah. ‘Sediakan payung sebelum hujan’. Jadi sebelum kau benar-benar ada kemungkinan diculik nantinya, maka aku harus mencegah hal itu jangan sampai terjadi” katanya pede. Aku menghentikan langkah kakiku sesaat. Melongo. Namja ini.. apa benar, begini cara dia merayu wanita?

“Kau kenapa?” tanyanya. Ditariknya lagi tanganku. Dipaksanya kakiku untuk menyamai langkahnya yang lebar itu. “Oh! Chagi! Bukankah kita mendapat tugas kelompok dari Kyuhyun songsaengnim? Bagaimana kalau nanti kita kerjakan dirumahmu saja. Bagaimana?”

“Andwe!!” teriakku cepat. Omo~ omo~ bagaimana ini? Otthokae?

“Wae andwe? Sekalian aku ingin melancong ke rumah yeojachinguku. Hahahaha…”

“Pokoknya tidak boleh! Ehm.. ehm.. bagaimana kalau dirumahmu saja? Ya ya benar. Dirumahmu saja! Ya? ya? ya?” Ini saatnya. Ini saatnya aku harus mengeluarkan jurus melas mata anak anjing lucu. Mudah-mudahan berhasil. Aku bergelut di lengan kirinya. Bersikap manja. Benar kalau kalian berpikir sikapku ini menjijikan atau apa. aku tidak punya pilihan.

“Ba-baiklah terserahmu.” Jawabnya terbata. Hahaha sepertinya jurusku ampuh. Lain kali akan kulakukan lagi jika terjadi hal yang sangat mendesak seperti sekarang. “Biar aku memberitau Keybum sekarang” ucapku sambil tersenyum puas.

“Kenapa harus Keybum?” Dia menghentikan langkah kakinya begitu saja saat aku menyebut nama Keybum dari mulutku. Yang membuatku mau tidak mau juga harus berhenti. Tanganku masih melilit erat di lengan kirinya.

“Kau lupa Dino? Keybum juga kelompok kita!”

“Ya aku tau. Tapi kenapa harus Keybum yang kau ingat lebih dulu? Kenapa bukan si Ayam sangtae atau si Susu Pisang saja?” Aigo~ kenapa dia sensitive sekali begitu aku menyebut nama Keybum?

“Kau ini kenapa sih? Aneh.. sudah diam. Aku akan meng-sms Keybum untuk datang kerja kelompok dirumahmu.” Baru saja tanganku ingin mengambil HP ku yang mendekam di dalam tas, tapi Dinosaurus ini buru-buru menghentikan gerak laju tanganku.

“Biar aku saja yang menghubunginya” ucapnya datar. Ok. Dino.. kau sangat aneh. Kuakui itu. Apa jangan-jangan.. ah~ tidak mungkin.. pasti tidak mungkin.

“Sudah sampai disini saja. Rumahku sudah dekat. Annyeong…” Aku melepaskan lilitan tanganku dari lengannya. Meninggalkannya pergi.

“Ya! tunggu aku! aku akan mengantarmu sampai rumah!” teriaknya.

“Andwe! Tidak boleh! Disini saja. Sudah sana kau pulang!” usirku. “Dan jangan kau coba-coba untuk mengikutiku ara?” Kuancungkan jari telunjuk kananku ke hadapannya. Mencoba untuk sedikit membuatnya takut dengan gertakanku. Sambil berjalan mundur aku meninggalkannya. Tetap kuancungkan jari telunjukku, sedikit memincingkan mata.

Dino tampak masih diam di posisinya. Menggelengkan kepalanya perlahan. Mungkin dia sedikit heran. Tapi ya sudah lah.. daripada dia tau? Berabe jadinya..

“Annyeong Dino pabbo!” teriakku. Dia tersenyum kegelian begitu aku memanggilnya Dino pabbo. Aiyak! Senyumnya lebih manis dari gula! Dia melambai-lambai tangan kanannya keatas. Kubalas dengan hal serupa. Aku yang tadinya berjalan mundur, kini sudah berjalan mengahadap depan kembali. Sesekali menoleh kebelakang, takut si Dino pabbo itu mengikutiku.

***

“Ya! tupai! Tadi si Jjong meng-sms ku. Benar kita akan mengerjakan tugas Kyuhyun songsaengnim dirumahnya?” sesosok mahluk serba pink, kini sudah bertengger manis di daun pintu kamarku. Mengagetkanku yang sedang asik membaca komik skip beat kesayanganku. Aku yang tadinya merebahkan diri sambil membaca komik diatas tempat tidur, menghampiri panci gosong bocor yang tidak tau etika ini. Sembarangan mengganggu konsentrasiku yang sedang asik membaca komik.

“Panci gosong bocor.. bisa tidak sekali saja kau jangan mengagetkanku? Buatkan aku makanan! Ppalli!!” suruhku.

“Siapa kau? Memangnya aku pembantumu? Buat sendiri! Aku malas membuatkan makanan orang yang tidak tau etika macam kau tupai jelek! Mehrong~”

“Oh~ keurae.. baiklah aku masak sendiri. Aku jamin nanti, panci kesayanganmu tidak akan berbentuk lagi. Kekeke” Evil? Memang.. Tidak usah diragukan. Aku menggerakkan kakiku keluar kamar. Melewati begitu saja si mahluk serba pink yang masih bertengger sambil melipat kedua tangannya di daun pintu kamarku. Belum sampai kakiku menyentuh tangga -karena letak kamarku berada di lantai dua-, sesuatu menghentikan laju langkahku. Membuatku tertahan.

Senyum kemenangan tampak tak bisa kusembunyikan lagi dari bibirku. “Biar aku saja yang buatkan” ucapnya pasrah dan tersirat dari wajahnya dia tampak sedih sekali. Sedih tidak bisa melawanku. Hahahaha.. Jangan panggil aku Kim Nara, kalau aku kalah dengan namja mahluk pink ini. Alias Kim Keybum. Keybum? Ya. semenjak satu bulan lalu, dia tinggal dirumahku. Dan tak ada satu orang di sekolah pun tau bahwa sebenarnya kami ini sepupu. Bahkan teman-teman dekatku saja tidak tau. Termasuk si Dino itu.

Untuk itu aku melarangnya datang kerumah. Aku tidak ingin Dino tau bahwa aku dan Key tinggal serumah. Omma menyuruh Key tinggal bersamaku disini hanya berdua. Itu karena omma dan appa mengurusi bisnis pentingnya yang ada di Paris. Karena aku tidak bisa ikut, maka omma menyuruh Key tinggal disini. Mengurusiku. Layaknya baby sitter.

Kenapa aku tak ingin ada yang tau kami sebenarnya adalah sepupu? Aku tidak ingin repot. Walaupun dia penyuka warna pink dan terkesan feminim, jangan salah.. fansnya di sekolah itu banyak. Aku tak ingin di bully fansnya jika mereka tau bahwa sebenarnya aku ini sepupu si panci gosong bocor itu. Agak berlebihan memang. Tapi setidaknya aku hanya menghindari sesuatu hal yang buruk bakal terjadi nantinya. Dan dengan dipoles dengan sedikit ancaman, Key akhirnya mau menuruti permintaanku. Permintaan? Bukan. Paksaan baru benar. Terlalu banyak kelemahan yang dia punya, sehingga aku bisa memanfaatkan kelemahannya untuk menuruti segala perintahku. Hahahaha.. sepupu evil.. Itu julukan Key padaku. Tapi tak jarang juga dia memanggilku tupai -.-

Aku mengikuti langkah Key menuju dapur. Dipakainya celemek pink kesayangannya. Menyiapkan segala peralatan dan bahan masakan yang akan digunakannya untuk memasak. Jujur. Aku sangat suka masakan buatan Key. Enak? Sangat malah. Kadang-kadang aku iri padanya. Dia namja. Tapi dianugrahi oleh tuhan skill memasak? Aku yang yeoja saja, memegang pisau tidak bisa. Bukannya memotong sayur, aku malah membuat seni luka sayat di jariku.

“Key, kau akan masak apa untukku?” tanyaku. Aku duduk di kursi meja makan, sambil bertopang dagu. Melihatnya yang sibuk dengan masakan yang akan diolahnya. “Nasi goreng telur” ucapnya singkat. “Ah.. aku bosan Key” rengekku manja. “Dari tiga hari lalu, nasi goreng telur, nasi goreng telur, nasi goreng telur… Yang lain! Aku bosan makan nasgorlur terus..”

“Lalu kau mau apa” diancungkannya pisau panjang nan  tajam itu kehadapanku. Sedikit ngeri. Tapi bukan Nara namanya kalau aku takut. Aku berpikir. Sebaiknya aku menyuruh Key memasak apa? Yang tentunya harus enak dan menggugah selera.

“Ah! Aku tau! Buatkan aku spaghetti bolognise! Aku sangat suka spaghetti buatanmu Key” ucapku riang terkesan kekanakan. Herannya, bukan membantah atau kesal seperti biasa, dia malah tersenyum. Senyumnya itu… aku tidak tau apa maksudnya. “Keurae.. akan aku buatkan. Tunggu sebentar arachi?” katanya lembut ditambah lagi senyumnya masih melekat erat di bibirnya.

Kenapa dengan namja ini? Kenapa tidak mencak-mencak seperti biasanya? -.-

***

Tepat jam 4 sore. Aku berjanji dengan teman sekelompokku untuk mengerjakan tugas dari Kyuhyun songsaengnim di rumah Dino. Aku agak terlambat. Itu karena aku harus pergi ke toko buku dulu untuk mencari bahan tugas kami. Key. Namja itu sudah ku instruksikan untuk berangkat lebih dulu ke rumah Dino. Jangan sampai yang lain curiga..

Sedikit bingung memang mancari rumah Dino playboy kelas kakap, ups! Aku lupa dia namjachinguku sekarang. Aku heran. Walaupun kami pacaran, tidak henti-hentinya aku memanggilnya dengan sebutan Dino. Ck! Tidak ada romantisnya sama sekali.

Ting Tong.. Ting Tong…

Kupencet bel rumah Jjong. Dua buah mobil sport sudah terparkir rapi di halaman rumah Jjong. Sepertinya mereka semua sudah datang.

Ceklek..

Pintu terbuka. Dan yang membukakan bukan si tuan rumah. Taemin dengan susu pisang yang belepotan disekitar bibirnya, membukakan pintu untukku. “Ish! Jorok sekali kau Taemin! Bersihkan bibirmu!”

“Hehehe..” Yah.. malah cengengesan. “Mana yang lain?” tanyaku ke Taemin. “Diruang tamu” jawab Taemin singkat. Dia masih saja tekun meminum susu pisangnya. Kulangkahkan kakiku masuk kedalam rumah besar milik Dino si buruk rupa. Ani. Maksudku Dino si tampan. Kekekeke…..

“Chagiya~ neo wasso?”

Onew melepaskan dua ayam goreng yang ada ditangannya begitu saja… Melihat Jonghyun penuh dengan rasa terkejut.

Minho menyemprot Key dengan orange jus yang ada dimulutnya.. begitu dia mendengar Dino memanggilku chagiya.

Key terkejut dengan semprotan meriam orange jus dari mulut Minho, yang sebelumnya bengong, tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan dari mulut Kim Jonghyun..

Sedangkan Taemin.. sepertinya dia menjatuhkan susu pisangnya ke lantai. Dapat kudengar bunyi ‘puk’ pelan dari arah belakang. Taemin masih dibelakangku sedari tadi. Kemudian..

“KALIAN PACARAN????” tanya mereka(minus Dino) kompak. Bahkan rasanya gendang telingaku hampir saja pecah mendengar teriakan mereka. Reflex aku menutup kedua kupingku dengan tangan. Sedangkan si Dino sialan itu, yang memanggil chagiya seenaknya, menatapku memohon. Padahal sudah kuberitau sebelumnya untuk merahasiakan hubungan ini dari yang lain.. tapi sekarang?…

Jjinja.. aku harus menambal bibirnya itu agar tidak bocor. Sekarang aku harus bagaimana? Apa yang mustinya aku ceritakan ke mereka? Masak aku harus cerita, gara-gara insiden cium itu kami pacaran? Yang benar saja?

“Ehm.. aku bisa jelaskan” kataku pelan. Mungkin mereka begitu karena tidak percaya dengan Dino si playboy. Jonghyun tiba-tiba berdiri dari duduknya. Menghampiriku. Merangkul pundakku, mendekapnya mesra. “Kami pacaran sekarang. Memangnya tidak boleh?” ucap Dino dengan pede. Sudah kepalang tanggung… lebih baik kami mengaku saja.

“Benarkah begitu Nara-ya?” tanya Onew memastikan. Taemin yang sejak kapan sudah duduk di samping Minho. Mereka semua menatapku. Menungguku untuk menjawab pertanyaan Onew. Begitupun Jonghyun. Dia menggerakkan pundakku pelan. Menyuruhku untuk cepat menjawab pertanyaan Onew. “Ne” jawabku pelan dan terkesan pasrah..

Onew, Key, Minho, dan Taemin mendesah panjang. Hei! Ada apa dengan mereka? Kenapa mereka mengeluh seperti itu? Dan si Jonghyun tersenyum puas begitu dia mendengar jawabanku. Sebenarnya yang suka disini siapa sih? Dia atau aku? kenapa dia tersenyum cerah begitu saat aku mengakui hubungan kami? Aku dari awal sudah sangat tidak begitu yakin dengan hubungan yang aku jalani sekarang dengan Jonghyun.

Aku takut, perasaanku hanya dipermainkan saja olehnya. Padahal aku sudah tau dia suka mempermainkan perempuan. Tapi aku malah mau mau saja diajaknya pacaran? Apa benar dia sayang padaku? Dan sampai sekarang aku masih heran. Kenapa dia menciumku? Di depan sekolah pula. Dan kenapa dia dengan mudahnya mengajakku pacaran? Apa dia tau aku suka padanya?

TBC>>>>>

Maaf ya readers.. mungkin FF part ini sangat mengecewakan kalian. Author minta maaf ye.. habisnya otak thor lagi buntu nih.. seperti biasa, ditunggu kritik dan sarannya.. gumawo yang udah baca#cium readers

 

Iklan

7 thoughts on “Saranghae~ Dino Pabbo Part 2

  1. ah~ labil ya ? uda tw cwo na playboy tpi malah d terima uga jdi pcar. (aku ngmong gne, tapi aku ndiri ntah gmna *melamun*)
    dan eh.. s key suka am nara uga ya ?
    okey, mw lanjut k part ke tiga dlu *pamit*

  2. iya,ya..
    kok q ngerasin si key suka ama nara jg y?
    abisnya q makin ngerasa kalo si dino itu cma maenin prasaanx nara doang..
    tp jgn ampe deh.. kasian narax..
    next part~

Leave a Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s