Baby FACE Part 2.2

Title : Baby Face Part 2.2

Author : Park Sojinkey

Main cast : Lee Taemin, Kang Haji

Support  cast : other shinee member

Length : 2shot

Rating : G

Genre : romance, school life, humor(mungkin)

Note : yeee…. Berhasil juga bikin twoshot. Padahal awalnya, aku kira jadi chapter… ayo dibaca.. happy reading all.. don’t be siders please… hargai kerja keras thor 😥

Taemin Pov

“Kalau kau memang manly, keluar dari tempat persembunyianmu sekarang juga” begitu dia bicara seperti itu, entah kenapa jiwaku seakan memberontak. Benar. Kalau aku tidak ingin diejek, aku harus bersikap manly. Tidak penakut seperti ini. Aku keluar, mendesak tubuh kekar Jjong. Sekarang aku berada tepat di depanya. Walaupun masih takut. Yah.. setidaknya kalau aku benar-benar dipukuli nantinya, aku masih mempunyai saksi. Bahkan banyak saksi ada disini. Dengan gampang aku akan langsung lapor ke gyeongchalgwan.

“Kenapa” tanyaku gugup. Aku menunduk. Takut melihat matanya yang menakutkan itu. Jjong dan teman-teman gengku yang lain berusaha untuk menyembunyikanku lagi. Tapi aku menolak. Aku ingin bersikap manly. Aku tidak ingin seperti banci.

“Bisa kau lihat aku?” suruhnya. Dengan perlahan –walau masih takut- kudongakkan kepalaku. Meliahatnya intens. Tuh kan.. jantungku berpesta lagi. Deg..deg..deg.. mereka pesta apa sih? Sebegitunya membuat dadaku bergetar hebat? Sesak tau! Dasar jantung bodoh!

Dengan perlahan, tangan kanannya bergerak keatas. Omo~ omo~ kyaaaa!!! Dia mau memukulku. Pasti mau memukulku! Ommaaaa…. T.T  Reflex aku memejamkan mataku rapat. Takut sesuatu akan terjadi. Sesuatu yang menakutkan.

Pok.. pok.. pok..

Eh? Dia mengusap kepalaku lembut? Mataku terbuka lagi. Melihatnya. Dia tersenyum? Dia sekarang tersenyum kan? Apa mataku yang rusak? “Mianhae”

“Ye?” tanyaku pelan. Melongo dan heran. Bukannya dia akan memukulku? “Mianhae ragoyo” ucapnya lagi. Aku masih tetap melongo heran. Diusap-usapnya terus kepalaku lembut. Sepertinya bukan aku saja yang heran. Teman-teman se-geng kupun tampak heran dengan perlakuan yeoja ini. Bahkan seluruh anak-anak kantin juga.

“Mianhae atas ucapan tidak sopanku tadi pagi ditaman. Aku benar-benar tidak tau. Mianhae~” aiyak! Mukanya manis sekali. Wajahku panas. Kenapa aku jadi malu seperti ini? “Apa kau sudah baikan?” tanyanya. Kujawab dengan anggukan singkat. “Syukurlah” gumamnya lagi. “Banyak-banyaklah istirahat ehm.. Lee Taemin-ssi” ujarnya dengan mata tersipit membaca name tag yang ada di dadaku. “Oh! Bahkan kita diangkatan yang sama” sahut yeoja itu lagi setelah melihat lambang tiga strip di kemeja sekolah lengan kananku.

“Benar-benar maaf Taemin-ssi” dia tersenyum salah tingkah. Aigo~ kenapa sikapnya sangat kyeopta sekali. Manis, cantik pula. Kenapa aku tidak tau disekolah ini ada yeoja manis, cute dan cantik sepertinya? Oh~ kemana saja selama ini mataku berkelana? Sampai yeoja cantik ini tidak terlihat oleh mataku?#Taemin oppa 😆

“Ehm.. aku pergi dulu. Sekali lagi, mianhae Taemin-ssi” dia pergi melengos dari hadapanku. Aku masih memandang kepergiannya dalam diam. Sepertinya pesta dijantungku sudah mulai usai. Jantungku tidak berdetak gila seperti tadi lagi.

“Kau bilang dia menakutkan seperti setan. Tapi mana buktinya? Kurasa dia sangat manis” ungkap Jjong padaku. Memecah lamunanku akan yeoja yang baru saja beberapa detik meninggalkan kantin. Apa tadi dia bilang, manis? Enak saja!! Hanya aku yang boleh bilang dia manis! Loh? Kenapa aku jadi kesal?

“Dia..” belum sempat aku membalas perkataan Jjong, sesosok yeoja dengan antet-antetnya mengekor dibelakang, memecah keheningan kantin. Siswa lain tampak serius sekali melihat kejadian ini. Aigo~ apa mereka lupa. Tujuan ke kantin itu untuk makan. Bukan untuk menontoni orang -.-

“Ya! Kangaji! Apakah kau sudah melihat saudara-saudaramu di pet shop depan sekolah? Saudaramu menggong-gong gong-gong ribut sekali.. hahahahaha” Aish! Hara! Dasar yeoja pembuat ricuh. Dia tertawa terbahak-bahak dengan teman-teman se-gengnya. Kangaji? Apa yang dia maksud yeoja manis itu?

Blush!

Yeoja manis itu, menyiram Hara dengan jus jeruk yang ada disampingnya, diatas meja. Padahal aku yakin, jus jeruk itu bukan miliknya. Bisa kulihat pemilik jus jeruk itu, merengek sedih karena jusnya diambil oleh yeoja manis itu begitu saja.

“Lain kali, jaga mulutmu dengan masker dari besi. Atau aku akan merobek mulutmu dengan silet. Kau mau?” Benarkah yang sekarang aku lihat ini adalah yeoja manis itu? Kenapa berbeda sekali dengan yang tadi? Hara tampak tergelak kaget, dengan mulut menganga lebar mendapat air siraman dari surga. Wajahnya menjadi berwarna kuning akibat jus jeruk itu. Yeoja itu meninggalkan kantin dengan kesal. Aku tau. Karena kedua tangannya terkepal erat kedalam. Tanda dia sedang menahan emosi.

“Lupakan kalau tadi aku bilang dia manis” sanggah Jjong cepat. Aku hanya bisa terkekeh diikuti oleh Key, Minho, dan Onew yang tertawa ngakak. Cepat sekali pikirannya berubah. Kalau aku? Aku masih bilang dia manis. Bahkan tindakannya tadi sungguh sangat keren. Seperti wonder woman. Lagipula Hara memang pantas mendapatkannya. Mulutnya tidak bisa dia jaga dengan baik. =.=

Haji Pov

Dasar sial! Hara sialan! Bersyukur aku tidak melemparnya dengan sepatuku. Bersyukur aku masih bisa menjaga emosiku. Walaupun tidak 100% sih. Dia memang musuh abadiku di sekolah ini. Dia selalu mencari gara-gara denganku.

“Kau dari mana saja Haji-ah?” tanya Subin chinguku. Dia mengahampiriku dan duduk di sampingku. Melihatku heran. “Kenapa wajahmu itu? Seperti kotoran sapi” Mwo? Kotoran sapi? Perumpamaannya jelek sekali. Kotoran sapi =.=

“Ya! Jangan membandingkanku dengan kotoran sapi. Tidak ada istilah yang lebih manusiawi?” Dia tertawa ngakak. Puas sekali huh? “Hahahaha.. kalau tidak seperti itu. Mana mungkin kau akan mengubrisku. Cara dengan membuatmu tersinggung lebih ampuh dari apapun” Dia masih saja tertawa mengejek.

“Ish! Dasar menyebalkan. Kau sama saja dengan Hara yeoja tengik sialan itu!”

“Kenapa lagi dengan yeoja itu? Dia membangunkan singa yang sedang tidur lagi”

“Ya! Tadi kau bilang aku kotoran sapi. Sekarang kau bilang aku singa. Kenapa tidak sekalian saja kau bilang aku tomcat juga? Biar lebih afdol!” sungutku kesal. Aish! Moodku jadi rusak lagi.

“Hahahaha.. tomcat?? Hahahahaha… >.<” =.= terus… terus saja kau tertawa Subin-ah. Senang sekali. Kalau dia sudah tertawa seperti ini, sangat susah untuk membuatnya berhenti.

“Ya! Subin-ah ussojima! Berhenti! Aish! Yeoja ini~” aku langsung membekap mulutnya agar berhenti tertawa. Tapi yang ada.. tanganku malah digigitnya. Sontak aku menjerit pelan. Benar-benar sakit saudara-saudara. “Ish! Dasar predator pemakan manusia! Tanganku pun mau kau embat?” Aku mengusap-usap tanganku yang baru saja digigitnya. Dia terkekeh. Yah~ setidaknya dia tidak tertawa lagi seperti tadi.

“Apa lagi ulah Hara kali ini?”

“Seperti biasa. Dia memanggilku Kangaji. Kurang ajar sekali mulutnya” ungkapku dengan menggebu, wajah penuh emosi. “Sabar-sabar…” Subin menenangkanku. Mengelus lenganku pelan.

“Haji-aaaaaaaaaaaaaaah!!!!!!!”

Aku dan Subin menutup kuping. Yeoja cempreng datang. Suaranya itu melengking sekali. Sangat cocok menjadi penyanyi opera. “YA!!” bentak aku dan Subin kompak. “Hehehehe…. Mian” Yeoja ini, yang bernama lengkap Kim Inha.. hanya bisa tersenyum cengengesan melihat tampang kesal kami. Dia juga chingu terdekatku di kelas. Suka bergosip. Terutama menggosipi pria tampan. Semua pria tampan di sekolah ini, tak luput dari bahan gosipannya.

“Haji-ah, aku ingin bertanya. Apa hubunganmu dengan Taemin?” Taemin? Siapa? Kenapa aku merasa tak asing dengan nama itu? “Nugu?” tanyaku balik ke Inha. “Ish! Tadi aku lihat dikantin, kau mengusap-usap kepalanya akrab! Ayo katakan! Kau dan Taemin punya hubungan ya~~?

“Hubungan apa? Nugu hago?”

“Ya itu Tamein yang tadi aku bilang bodoh.”

“Kau yang bodoh”

“Aish! Sudah-sudah. Kalian berisik tau tidak?” ucap Subin menengahi. “Memang benar kau ada hubungan dengan Taemin” Gubrak!! Bagaimana sih si Subin ini? Kenapa dia jadi ikutan bergosip? =.=.. padahal mukanya tadi kelihatan kesal sewaktu membentakku dan Inha. Sekarang dia malah jadi sekutu Inha. Bergosip. Ck! Duo gosip sejati. Memang tidak ada matinya 😆

“Aish!! Hubungan apa yang kalian maksud? Dan siapa itu Taemin? Ada-ada saja. Sudah habis bahan gosipan kalian. Sekarang kalian malah menjadikanku bahan gosipan baru??”

“Lalu yang tadi aku lihat itu apa? Kenapa kau dengan akrabnya mengelus kepala Taemin? Seperti pacaran saja. Kau tau? Banyak siswa di kantin tadi menggigit jari, karena tindakanmu itu.” Kata Inha mengomel. Di kantin? Mengelus kepala? Taemin? Oh ya ampun…. Jadi Taemin yang Inha maksud itu Taemin.. Taemin.. namja baby face itu.

“Ada hubungan apa kau dengannya?” Inha memukul meja. Memincingkan mata. Kenapa tidak sekalian saja dia memakai kacamata hitam, jas panjang, dan topi bundar? Biar seperti Sherlock holmes. Detektif terkenal itu. Tapi cuma di film sih. Subin angguk-angguk geje. Mengiyakan pertanyaan Inha. “Kami hanya sempat bertemu saja tadi pagi. Tidak ada apa-apa diantara kami” jawabku singkat.

“Bertemu??” kaget Subin dan Inha kompak. Mata mereka melotot. Mereka berlebihan sekali. “Sudah.. kalian sebaiknya pergi sekarang. Kalau tidak…”

“E-hem.. Subin, Inha apa kalian ingin terus bergosip? Kalau kalian ingin terus bercerita, silakan keluar dari kelas saya”

Hahaha.. Kris (EXO-M AXIS :-D)  songsaengnim datang. Mati kalian berdua. Skak mat! 👿 hahaha… Subin dan Inha kembali ke bangkunya masing-masing. Sumpah serapah masih dapat kudengar dari mulut mereka. Mereka tidak menyadari Kris songsaengnim melihat mereka yang sungguh berisik sedari tadi. Apakah mereka tidak menyadari songsaengnim sudah datang? Ini kan sudah bel masuk kelas?

Author Pov

Teet.. teet..teet…

Bel pulang sekolah berbunyi. Seluruh haksaeng-haksaeng Shinee High School berhamburan keluar sekolah. Mereka sudah tidak sabar ingin pulang ke rumahnya masing-masing. Tapi tidak dengan Haji. Yeoja itu melangkahkan kakinya menuju taman belakang sekolah Shinee High School, setelah bel pulang sekolah berbunyi. Subin dan Inha pun heran. Biasanya setiap bel pulang sekolah sudah berbunyi, Haji, yeoja itu melesat paling cepat pergi dari kelas. Kakinya sudah sangat tidak tahan untuk segera meninggalkan sekolah. Tapi sekarang? Haji malah ke taman belakang sekolah.

Karena penasaran, Subin dan Inha mengikuti Haji secara diam-diam. Sebelumnya Haji sangat kekeh tidak mau memberitau Subin dan Inha apa yang dia  cari di taman belakang sekolah. Haji hanya bilang ada sedikit urusan. Dan tentunya duo gosip itu, tidak puas mendengar jawaban Haji. Dengan berbekal jiwa penguntit, Subin dan Inha berhasil membututi Haji tanpa diketahui oleh inangnya. Sungguh sangat mulus sekali acara buntut-membututi Haji.

Haji mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru taman. Mencari sosok seseorang yang mengiriminya surat kaleng. Entah dari siapa. Yang jelas orang itu menyuruh Haji untuk datang ke taman belakang sekolah. Katanya ada hal penting yang ingin di bicarakan. Di surat itu tertulis, orang itu ingin bertemu dengan Haji disini, sepulang sekolah.

“Apa aku hanya dipermainkan? Aish! Aku malah dengan bodohya percaya begitu saja!” Haji mengerucutkan bibirnya kesal. Menggaruk kepalanya sebagai bahan pelampiasan. Sedangkan dua gosip masih setia melihat dan mengawasi gerak-gerik Haji. Walau tidak mendengar apa yang sedang Haji bicarakan, tapi setidaknya duo gosip itu masih bisa melihat apa yang Haji lakukan.

“Awas saja… kalau sampai aku tau siapa yang mengirimiku surat itu, aku akan…”

“Akan apa?” sahut seseorang tiba-tiba. Haji menoleh kebelakang. Ia yakin suara itu datang dari arah belakang. Dan begitu dia tau siapa yang memutus perkataannya tiba-tiba, dia bingung dan heran? Bukannya dia…………..

Subin dan Inha mengaga lebar. Mereka tau. Mereka tau siapa orang yang baru saja menghampiri Haji. Tentu saja mereka tau! Mereka kan duo gosip.

Taemin Pov

Aku tau. Aku tau, baru saja tadi pagi aku bertemu yeoja itu. Bahkan namanya aku belum tau secara pasti. Tapi akhirnya aku tau setelah melakukan penyidikan. Nama yeoja itu Kang Haji. Nama yang bagus. Perasaan menggebu-gebu.. berdebar… wajah panas tiap melihat mata dan senyumnya… gugup… Jjong bilang aku jatuh cinta dengannya. Benarkah? Apa mungkin? Jatuh cinta pada pandangan pertama? Memangnya ada?

Tentu saja ada. Aku sendiri yang mengalaminya sekarang. Atau dalam bahasa kerennya ‘love at first sight’? hahaha.. aku benar-benar tidak percaya mengalaminya sekarang. Padahal aku tidak tertarik pada yeoja sebelumnya. Mereka tampak sama saja dimataku. Tidak ada yang istimewa. Tapi sejak kejadian di taman tadi pagi, argumenku yang mengatakan semua yeoja tampak sama dimataku, seketika berubah. Dia… Kang Haji… tiba-tiba saja sudah mengambil alih kemudi hatiku. Menyetirnya sembarang. Membuat jantungku berpesta karenanya.

Berdasarkan bantuan dari sang raja gombal, Jjong memberiku ide yang sangat.. menurutku sedikit gila? Dia menyuruhku, untuk memberi Haji surat kaleng. Yang isinya menyuruh Haji untuk datang ke taman belakang sekolah, setelah bel pulang sekolah berbunyi. Dan lagi, Jjong menyuruhku menyatakan perasaanku ke Haji?? Aku bersikeras tidak mau menuruti ide gila Jjong. Aku tidak pernah melakukan itu sebelumnya. Tapi yah.. begitulah. Egoku kalah tanding dengan perasaanku. Pada akhirnya perasaankulah yang menang. Dan aku mengikuti ide gila Kim Jonghyun, si Dinosaurus purba#plak!

Dia masih melongo melihatku. Mungkin dia tidak percaya kalau akulah orang yang mengirim surat kaleng itu. Aigo~ muka melongonya lucu sekali. Coba dia melakukan aegyo ‘bbuing bbuing’ pasti lebih lucu dan imut dari anak anjing sekalipun.

“Kau.. surat  kaleng… kau..?” tanyanya terbata. Aku mengangguk sambil tersenyum. Walaupun dia berkata tersendat-sendat seperti itu, aku tau apa maksudnya. Aku mengerti Haji-ah. Bahkan sekarang aku menyebut namanya saja sudah membuat jantungku berpesta lagi. Jantung baka! Tapi kata Jjong, jantung berdebebar kencang itu, adalah hal yang lumrah dalam siklus orang yang jatuh cinta.

“Joahaeyo” ucapku tegas tanpa terbesit perasaan ragu sedikitpun. Kuberanikan melihat matanya. Mencari sesuatu dari dalam bola matanya yang cantik itu.

“Ye??? Joka??(keponakan laki-laki)”

“Joa Haji-ah.. Joka aniya.. =.= Kau ini bagaimana sih?” kekeke… aku tau dia sangat terkejut dengan pengakuanku. Aku bilang joa, dia malah mendengar joka? Jauh sekali.. ckckck

“Kau.. kau bergurau kan Taemin-ssi?” Kyaaaa!!! Haji menyebut namaku. Sungguh hati riang tak terkira.. Haji tampak tersenyum salah tingkah. Aku membalas dengan senyum yang meyakinkan bahwa aku tidak sedang bergurau atau sedang mengerjainya. Dia menunduk. Menggaruk-garuk kepalanya. Kuberanikan diri mendekatinya. Mengambil kedua tangannya, membawa kedalam dadaku. Haji menengadahkan kepalanya. Melihatku. Sedangkan aku tak henti-hentinya melempar senyumku padanya. Hahaha.. pipinya merona merah.

“Bagaimana bisa? Bahkan kita baru saja bertemu tadi pagi.”

“Kau percaya dengan jatuh cinta pada pandangan pertama?” Dia diam. Tapi masih sangat menyimak perkataanku. Lalu dia mengidikkan bahu. “Aku tidak tau. Aku tidak begitu mengerti masalah cinta-cintaan” jawabnya polos. “Biar kuberitahu. Aku percaya dengan yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama. Padahal awalnya aku sangat tidak percaya. Tapi begitu aku bertemu denganmu, aku jadi yakin, jatuh cinta pada pandangan pertama itu benar-benar ada” kataku masih tetap terselip senyum dalam tutur kataku.

Haji Pov

Benarkah? Aku tidak bermimpi kan? Wajahku panas dia berkata seperti itu. Jantungku berdetak cepat sekali. Ada apa denganku? Aish! Aku benar-benar tidak tau. Aku baru pertama kali mengalami hal yang seperti ini. Ini sungguh tak masuk akal. Apa itu jatuh cinta pada pandangan pertama?

Dilihat dari jarak dekat seperti ini, wajahnya sungguh sangat imut. Baby face. Panggilan itu sungguh sangat cocok untuknya.

“Bagaimana? Apakah kau mau menjadi yeojachinguku?” tanyanya semangat.

“Ye? Tap..tapi……..”

“Kau menolakku? Aku sudah yakin akan begini jadinya” Dia melepaskan tanganku dari genggamannya. Berbalik. Aku yakin dia pasti kecewa sekali. Kenapa aku jadi berat hati begini? Perasaanku ngilu begini. Ada apa sih? Aku heran. Dan aku tidak mengerti situasi ini! Tolong jelaskan padaku 😥

“Kau pasti menolakku karena aku ini tidak manly seperti namja lain kan? Wajahku seperti anak JHS. Pasti kau malu kalau kau jalan denganku. Maaf kan aku kalau begitu. Aku juga tidak mau sebenarnya mempunyai wajah yang kekanakan seperti ini” Nada suaranya sedih sekali. Kenapa aku jadi merasa bersalah? Dengan langkah kecilnya dia hendak meninggalkanku.

“Tunggu Taemin-ah” cegahku. Omo~ bahkan aku sekarang berani memanggilnya akrab. Sebagian hatiku, ok. Mungkin lebih… menolak untuk membiarkannya pergi. Lagipula aku tidak setuju, dengan argumennya barusan. Kenapa dia menyimpulkan seenak udel begitu? Dia diam. Tapi tidak berbalik. Entah mengapa, kedua kakiku berjalan menghampirinya. Dia masih tetap membelakangiku.

“Taemin-ah.. asal kau tau. Kau namja pertama yang begini padaku. Kau namja pertama yang mengatakan suka padaku. Jadi aku tidak mengerti apa yang harus aku lakukan” Dia kini mulai berbalik, menghadapku.

“Jadi kau mau menerimaku?” tanyanya lagi.

Aku menggaruk-garuk kepalaku lagi. Aku bingung. “Sebenarnya aku juga tidak tau” Tuh kan. Wajahnya sedih lagi. Aigo~ padahal aku tidak ingin membuatnya sedih. Aku ini kenapa sih? “Tapi… kau juga satu-satunya namja yang membuat jantungku berdetak kencang sekali. Aku benar-benar tidak mengerti Taemin-ah. Bisa kau jelaskan apa artinya itu?”

Seketika dia yang tadinya sedih, tiba-tiba tersenyum lebar sekali. Eh? Kenapa? Taemin mengusap kepalaku. Senyum pun masih terukir sangat manis dibibir tipisnya. Jantungku berdetak kencang lagi. Ditambah sekarang wajahku panas. Gugup? Kenapa aku jadi gugup begini?

“Benarkah aku satu-satunya namja yang membuat jantungmu berdetak kencang?”

Aku mengangguk. Dilingkarkannya kedua tangannya di leherku. Melihatku. Astaga! Aku malu sekali. Kemudian dia memelukku. Mengelus-ngelus kepalaku. Selang satu menit, dia melepaskan pelukannya dari tubuhku. “Aku akan menjelaskanmu sedikit demi sedikit.”

“Caranya?” aku menatapnya penuh tanya. Sedangkan dia hanya bisa terkekeh kegelian.

“Kalau kau ingin tau, sebelumnya kau harus menjadi yeojachinguku dulu. Kalau kita sudah berpacaran, maka aku akan bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi padamu”

“Benarkah?” Taemin mengangguk mantap.

“Bagaimana kalau kau bohong padaku? Bisa saja kau hanya mempermainkanku” Well.. setidaknya aku harus berjaga-jaga. Aku paling tidak suka dipermainkan. “Aigo~ mana mungkin aku bohong padamu. Sudah kubilang kan, kau wanita yang kusukai? Mana mungkin aku mempermainkanmu”

Blush!

“Wajahmu merah kekeke…” Omo~ aku malu sekali. Kenapa aku jadi aneh begini sih? “Ok. Sekarang kita berpacaran” katanya. Diraihnya tangan kananku. Menggenggamnya erat. Dan aku? Tumben-tumbennya aku tidak memberontak. Bahkan aku.. menikmatinya? Ck. Benar-benar tidak mungkin.

“Pelajaran pertama. Kau harus memanggilku jagiya. Orang yang berpacaran harus memanggil pasangannya dengan sebutan sayang”

“Jagiya.. begitu benar?”

“Benar sekali jagiya. Kau memang pintar.” Diacaknya rambutku dengan satu tangannya yang masih menganggur. “Ayo. Aku antar kau pulang. Kau pasti sudah lapar kan?” ucapnya. Perhatian sekali dia. Belum apa-apa aku sudah sangat senang seperti ini. Aku tersenyum. Ya.. aku tersenyum. aku senang saja melihat dia begitu perhatian padaku. “Aigo~ yeojaku manis sekali kalau tersenyum” gumamnya.

“Aish! Jagiya.. kau mau merayuku?”

“Aku tidak merayu. Itu memang kenyataan” sahutnya sambil memencet hidungku pelan. Aku melepaskan tangannya dari hidungku. “Jagiya~ ayo kita pulang. Aku sangat lapar” rengekku manja. “Baiklah.. baiklah.. tapi.. daripada kau kelaparan, lebih baik kita pergi ke café saja. Kita akan makan disana. Kau mau?” Aku mengangguk semangat. Kenapa aku jadi kekanakan begini didepannya?

Aku dan Taemin hendak meninggalkan taman. Tapi.. sebuah ah ani. Maksudku dua buah suara cempereng, menghentikan segalanya.

“HAJI-AAAAAAHHHHH!!!!!!!!!!!!!! KAU BERHUTANG PENJELASAN PADA KAMI!!!!” teriak duo gosip bersamaan. Sungguh. Teriakan mereka melanglang buana. Kupingku sakit mendengar teriakan mereka. Meraka menguping? Aish! Bahkan mereka menguntitku! “Siapa mereka” tanya Taemin, membuyarkan semua fantasiku. “Mereka chinguku. Parahnya.. mereka itu duo penggosip terkenal di kelasku.”

“Duo penggosip terkenal? Bagus dong…”

“Bagus?”

“ ‘o’ .. berita kita pacaran, besok pasti sudah tersebar luas. Hahaha”

“Kenapa kau malah senang? Bukannya panik, kau malah tertawa. Kau ini bagaimana sih?!”

“Loh bukannya bagus mereka semua tau kita pacaran? Mereka akan tau, kau Kang Haji.. hanya milik Lee Taemin seorang” ucapnya sangat yakin.

Terus.. terus saja kau buat jantungku berdebar kencang. Terus saja kau buat wajahku panas. Terus saja kau buat aku gugup. Terus saja kau buat aku kegirangan dengan semua kelakuanmu, perhatianmu padaku. Tidak taukah kau sangat membuatku kewalahan?? Kewalahan menerima sikap imutmu, lucumu, manismu… Dasar namja baby face! Tapi aku suka wajahmu yang baby face itu….. kekeke… wah… sepertinya aku sudah mulai berani…. =.=

E-N-D

Hahaha…. Ancur? Menurutku, ni FF selingan yang aku buat sungguh sangat failed.. mianhae yang readers.. aku butuh komen kalian readers.. kritik dan saran sangat aku perlukan.. jangan jadi siders ok?

Iklan

14 respons untuk ‘Baby FACE Part 2.2

  1. Kyaaa!! Tetem ku cayank!! #plak!! #ditampar Kang Haji huhuhu T^T…. #nangis di pojokan. Keren, ceritanya ^^ .. Kkk~ mian baru comment. Maklum, baru baca. Hehehe ^^..

Leave a Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s