My Beloved Jinki Oppa (Please Don’t Forget Me)

Title : My Beloved Jinki Oppa (Please don’t Forget Me)

Author : Park Sojinkey

Main cast : Lee Jinki a.k.a Onew, Lee Chera, Key

Support cast :

Length : Oneshot

Rating : G

Genre : Hurt, Angst, Family

Note : Kali ini Author bawa FF selingan yang Oneshot! Tanpa banyak mulut, langsung aja deh baca. Tapi inget! Beri author kritik dan saran. Dimana kekurangan Thor dlm pembuatan FF, biar akunya tau. Coz, akunya masih belajar. Jadi belum mahir-mahir amat bikin FF. maklum ye… baca deh.. satu lagi, No Bashing.. ok??

 

Mana… mana oppaku yang dulu? Mana oppaku yang selalu ada untukku? Mana oppaku yang selalu khawatir padaku? Mana oppa yang selalu tidak ingin membuatku sedih dan sendirian? Mana oppaku… hiks.. hiks.. Kenapa jadi begini? Kenapa oppa melupakanku? Apa gara-gara yeoja itu? apa gara-gara yeoja itu oppa melupakanku? Apa gara-gara yeoja itu, oppa jadi tidak pernah membagi waktunya untukku? Apa sebegitu susahnya hanya sekedar untuk menemuiku dirumah? Hanya sekedar membawakan snack kesukaanku pun kau tidak bisa oppa? Ani. Aku tidak butuh snack! Yang aku butuhkan sikap hangat oppa padaku seperti dulu.

Aku rindu saat oppa mengelus kepalaku dengan sayang. Aku rindu nasehat-nasehat oppa, yang biasanya membuat kupingku panas dan bosan setengah mati. Tapi tidak sekarang. Aku sangat rindu dengan kecerewetanmu oppa. Kau yang memarahiku, kau yang menyayangiku, kau yang sering membuatku kesal, kau yang sering bersikap jail padaku.. aku rindu semua itu.. Tidak kah kau dapat melihat semua itu?? Tidak kah kau tau, aku sangat rindu padamu oppa… Rindu sekali.. sangat rindu.. Dadaku sesak sekali oppa.. dadaku sesak, karena aku terlalu rindu padamu.. tidakkah kau rasakan itu? Apa kau tidak merindukanku? Seperti aku merindukanmu?

Lihat sekarang? Hanya gara-gara kemunculan satu wanita di hidupmu, kau jadi melupakanku begitu saja. Apa kau lupa bahwa kau mempunyai adik perempuan yang mustinya kau rawat dengan kasih sayang? Apa kau lupa, omma dan appa menitipkanku padamu? Menyuruhmu untuk menjagaku dengan baik? Kenapa kau melupakan janjimu oppa? Kenapa sangat mudah seperti itu?

Kenapa, Key oppa yang justru bukan siapa-siapaku mau merawatku dengan tulus. Aku tau dia teman baikmu oppa. Aku tau kau meminta tolong padanya untuk merawatku. Tapi bukan Key oppa yang aku inginkan. Aku ingin, kau yang merawatku oppa.

“Chera.. sebaiknya kau makan dulu. Nanti kau bartambah sakit. Aku tidak ingin melihatmu terus sakit seperti ini” Andaikan. Andaikan Jinki oppa yang menyuruhku untuk makan seperti itu. Pasti aku akan habiskan makananya dengan cepat. Tapi kenyataanya? Key oppa.. Key oppalah yang menyuruhku untuk makan. Namja ini mau dengan susah payah membuatkan makanan kesukaanku. Key oppa saja tau makanan kesukaanku. Apa Jinki oppa mengetahuinya? Aku yakin dia pasti lupa.

Seperti biasa, Key oppa tiap hari datang ke rumahku. Rumah besar yang penghuninya aku seorang. Seorang gadis belia umur 19 tahun tinggal dirumah sebesar ini? Bisa kalian bayangkan bagaimana menyeramkannya tinggal seorang diri disini? Dulu, masih ada Jinki oppa yang pulang kemari tiap akhir pekan. Tapi sekarang? Jangankan akhir pekan. Aku ingat sudah lima bulan terakhir dia tidak pernah pulang ke rumah. Itu membuatku sangat kecewa dan sedih sekali. Apa kau tau perasaanku oppa?

“Aku tidak lapar oppa. Kalau aku lapar, aku bisa makan nanti. Taruh saja di meja belajarku” kataku lembut. Aku tidak ingin marah-marah tidak jelas dengan Key oppa. Jangan sampai, Key oppa jadi bahan lampiasan emosiku. Aku sedang labil sekarang. Di dalam hatiku tumbuh perasaan kecewa yang begitu besar terhadap Jinki oppa. Aku tidak ingin orang lain terkena dampaknya. Dampak dari rasa kecewaku yang begitu mendalam.

Key oppa mengeluh pelan. Dengan masih tetap memakai celemek pink, yang biasanya aku pakai saat memasak, Key oppa menaruh nampan yang berisi nasi dan lauk pauk yang sebenarnya untukku, di atas meja belajarku. Kemudian dia menghampiriku yang sedang menyandarkan kepalaku di headboard kasur springbed ku. Duduk dipinggir kasur. Menatapku dengan sangat nanar.

“Aku tau, kau sangat kecewa dengan Onew hyung” Onew? Yang Key oppa maksud adalah oppaku. Jinki oppa. Karena dia adalah seorang entertainer maka nama aslinya diganti menjadi Onew. Padahal aku lebih suka kalau oppaku dipanggil tetap dengan nama aslinya. Entertainer? Ya.. oppaku adalah seorang penyanyi. Tergabung dalam boyband yang dinamakan Shinee. Dan Key oppa juga salah satu personil Shinee.

“Tapi tidak harus menyiksa diri kan? Kau tidak boleh makin bertambah sakit Chera-ya” Siapa dia? Dia hanya teman oppaku. Tapi kenapa kata-kata yang ingin kudengar hanya dari mulut Jinki oppa, malah terucap dari bibir Key oppa. Kenapa Key oppa yang bukan siapa-siapa justru sangat terlihat mengkhawatirkanku? Kenapa Jinki oppa tidak seperti Key oppa yang perhatian dan menyayangiku? ‘Aku tidak ingin melihatmu bertambah sakit Chera-ya’.. Bahkan aku lupa. Kapan terakhir kali Jinki oppa berkata seperti itu padaku. Sudah sangat lama.. dan itu membuatku lupa. Menyedihkan..

“Kenapa Key oppa sangat peduli seperti itu padaku? Oppa kandungku saja, tidak peduli padaku”

“Onew hyung peduli padamu Chera-ya. Jangan berpikir buruk begitu. Dia sayang padamu. Percayalah”

Aku menyeringai. Sedikit terkekeh mendengar pernyataan Key oppa. Apa dia bilang, sayang? Ia sayang… tapi bukan padaku! Pasti dengan yeoja itu! Bukan padaku!!! “Kalau memang Jinki oppa sayang padaku, kenapa dia tidak menjenguk adik kesayangannya ini yang sudah sakit selama tiga hari lamanya? Apa dia lupa, kalau dia mempunyai adik? Kalau dia memang sayang padaku, seharusnya dia tidak akan membiarkanku sendirian dalam keadaanku yang sedang sakit. Apa pantas dia kupanggil oppa?”

Aku menangis. Setiap aku mengumbar emosiku tentang Jinki oppa, air mataku pasti meleleh. Sakit hatiku jika mengingat oppaku yang tampaknya sudah tidak peduli lagi padaku. Dengan sigap, Key oppa lalu menarik tanganku pelan dan membawaku ke dalam dekapan hangatnya. Kenapa? Kenapa bukan kehangatan dari Jinki oppa yang aku dapat? Kenapa justru kehangatan dari dekapan orang lain?

Key oppa mengelus kepalaku lembut. Bisa kurasakan deru nafas hangatnya di puncak kepalaku. Kulilitkan kedua tanganku di pinggangnya. Menerima kehangatan dekapannya. Sambil terus menangis sesenggukan. Hanya dengan menangis, aku bisa meluapkan semua perasaanku.

“Makan sekarang ya? Biar aku yang menyuapimu.” Lagi-lagi. Sikap yang harusnya ditujukan oleh oppaku malah Key oppa yang mempraktekannya. Aku menggeleng pelan. Aku benar-benar tidak lapar sekarang. Perutku terasa mual-mual sedari tadi. Aku yakin, jika perutku diisi dengan makanan pasti akan membuatku muntah.

“Baiklah. Jika kau tidak ingin makan, sebaiknya kau tidur. Itu bisa sedikit memulihkan tenagamu” Key oppa membaringkanku di kasur. Menyelimutiku. Kemudian mengecup puncak kepalaku. Dia sudah sering melakukan itu. Lagipula kecupannya di puncak kepalaku selalu membuatku nyaman dan merasa kalau aku masih memiliki Key oppa di dunia ini. Bukan Jinki oppa. Setidaknya aku tidak merasa kesepian. Karena Key oppa selalu ada untukku. Bukan Jinki oppa, kakak kandungku sendiri. Yang menelantarkanku hanya demi seorang yeoja.

“Mimpi indah Chera-ya” Kata-kata itulah yang aku dengar terakhir sebelum Key oppa menutup pintu kamarku pelan. Sebenarnya ini memang sudah malam. Dan memang waktunya aku untuk tidur. Tapi.. mimpi indah? Key oppa tidak tau. Tiga bulan belakangan ini, aku selalu bermimpi yang sama. Mimpi buruk yang selalu menghantuiku. Di mimpi burukku, Jinki oppa meninggalkanku sendirian dipadang pasir yang sangat luas. Jinki oppa tidak peduli padaku.

Tidak peduli, aku yang meneriaki-neriaki, memanggil-manggil namanya dengan keras. Jinki oppa malah dengan santainya bergelut mesra dengan yeoja itu. Tidak mempedulikanku sama sekali. Terus saja dia berjalan… dan berjalan… Tanpa satu kali pun menolehkan kepalanya kebelakang, melihatku. Menurut kalian mungkin itu hanya mimpi biasa. Tapi tidak untukku. Mimpi itu seperti akan membunuhku pelan-pelan. Sungguh sangat menakutkan dan mengerikan bagiku.

***

Hari ini kuputuskan untuk mencari Jinki oppa ke dorm Shinee. Lagipula, kata Key oppa, Shinee tidak ada jadwal hari ini. Aku hanya ingin tau. Apa yang Jinki oppa lakukan di waktu senggangnya. Hari ini dia memiliki waktu senggang. Apa dia tidak berpikiran untuk pulang ke rumah? Atau hanya sekedar menghubungiku? Mengajakku jalan-jalan bersama? Mungkin dia benar-benar lupa, kalau dia masih mempunyai adik perempuan yang berumur 19 tahun. Atau aku sudah tidak dianggapnya adik lagi? Kalau benar begitu, nasibku benar-benar jelek sekali.

Huft~ kenapa harus gerimis? Kata berita pagi ini, kota Seoul bakal cerah. Buktinya? Sekarang malah gerimis seperti ini. Taxi pun tak ada yang melintas di depan mataku. Sial! Kuputuskan untuk menaiki bus saja. Walaupun memakan waktu yang agak lama, tapi tak apalah. Ini demi bertemu Jinki oppa. Akan kulakukan apapun untuk dapat bertemu Jinki oppa hari ini.

Omo~ Key oppa, aku lupa memberitaunya kalau aku akan ke dorm sekarang. Apa ku telfon saja ya? Ani. Lebih baik, dia juga tidak tau. Sesekali memberi kejutan, kurasa tidak masalah. Dingin. Padahal aku sudah memakai jaket. Walaupun tidak terlalu tebal. Kumasukkan kedua tanganku ke saku jaket. Menyandarkan kepalaku di kaca bus. Melihat dengan malas tetes-tetes air hujan yang jatuh meluncur dari luar kaca bus. Nafasku yang berhembus di kaca tebal itu, tampak membuatnya berembun. Dan entah pikiran dari mana, aku malah dengan semangat, kembali menghembuskan nafas keras-keras di kaca itu.

Tak peduli tatapan orang-orang yang mengira aku aneh. Karena helaan nafas kuatku, membuat kaca itu kembali berembun. Dengan cepat, tanganku mengukir nama Jinki oppa di kaca itu. Walaupun tulisannya samar, tapi masih tetap terbaca. Perlahan…. tulisan Jinki oppa di kaca itu hilang. Kembali seperti semula.

Apa Jinki oppa juga begitu. Dia akan dengan sangat pelan dan perlahan… akan menghilang? Meninggalkanku? Meninggalkanku… yang lebih memilih bersama yeoja itu daripada aku? adik kandungnya sendiri? Aku tidak melarang Jinki oppa mempunyai yeojachingu. Tidak. Tapi satu yang aku mohon. Tolong jangan lupakan aku oppa. Jangan membuatku merasa seperti tidak mempunyai oppa di dunia ini. “Tolong. Kembalilah seperti Jinki oppaku yang dulu” gumamku. Air mataku jatuh lagi. Selalu seperti ini. Sebenarnya aku bukan orang yang cengeng. Tapi karena Jinki oppa, aku kembali menjadi gadis cengeng. Gadis cengeng yang haus kasih sayang dari oppanya.

Tuhan… sebenarnya aku sudah tidak kuat jika oppaku terus saja bersikap seperti ini padaku. Aku merasa… aku merasa oppaku sudah tidak sayang lagi padaku. Dia melupakanku. Dia melupakan adik kesayangannya hanya demi seorang yeoja. Aku tau cinta itu buta. Tapi aku tidak pernah menyangka, cinta… bisa membuat oppaku…. Melupakanku.

Kalau memang boleh Tuhan.. aku sangat ingin menyusul omma dan appaku. Bolehkah? Aku sudah benar-benar lelah sekarang. Aku ingin istirahat. Aku hanya ingin kembali kepelukan omma dan appaku. Aku ingin merasakan pelukan hangat mereka. Aku butuh kehangatan. Kalau kau izinkan.. sekarang juga aku ingin bertemu mereka… bolehkah? Tolonglah… kasihanilah hambamu ini….

***

Kecelakaan Bus Di Korea Selatan

Bus yang membawa 31 penumpang menuju Seoul mengalami kecelakaan pada rabu pagi waktu setempat.

Sedikitnya 17 orang meninggal dunia dan 14 lainnya luka-luka setelah sebuah bus tergelincir dan terbalik di kota Gyeongju, sebelah selatan Korea Selatan. Polisi tengah melakukan investigasi mengenai penyebab kecelakaan. Di lokasi kecelakaan, bus terjungkal dan berada hampir 20 meter dari jalan raya.

Menurut perkiraan polisi, jumlah kematian akibat kecelakaan mungkin akan bertambah. Pasalnya masih banyak diantara korban hidup yang mengalami luka serius. Sekitar 240 tim penyelamat melakukan tindakan pertama dan membawa korban ke rumah sakit.

***

E-N-D???????

Note: Gimana? Geje kan? Apa kalian ngerti dengan jalan cerita FF ku? Mungkin bingung? Hahaha.. kalau memang seperti itu, Author minta maap deh.. kalau ada kritik dan sarannya, tolong dong comment.. author sangat perlu kritik dan saran dari kalian…

Tapi klo ada seumpama readers yang ngerti sama jalan cerita FF ku, menurut kalian si Chera mati ato kagak?? Pikir-pikir deh ya ^.^ Oh ya, berita diatas itu asli loh. Cuma aku sedikit edit. Aku ngambil beritanya dari VIVANEWS. COM

Iklan

16 thoughts on “My Beloved Jinki Oppa (Please Don’t Forget Me)

Leave a Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s