[Pertemuan Pertama] Fenomena Penampakan Kolor Angry Bird

Author : Ojin @Boojinie

Main cast : Chen, Shin Jia

Support Cast : Onew, Key

Lenght : Vignetee {Sequel Fic}

Rate : G

Genre : Comedy~ 😀

 

 

 

tumblr_m6y7s4QgXM1rup1hro1_500

 

 

 

“Eomma~ nan galke~” mengecup sebelah pipi eommanya sayang. Sang eomma yang sibuk berkutat di dalam dapur rumah mereka, tampak sedikit kesusahan menerima sebuah kecupan manis dari si anak perempuan –semata wayang-

Menuangkan adonan ke loyang, kemudian memasukkannya ke dalam oven. Menyetel timer di nominal angka 15. Kemudian kembali melihat si aegy, yang membelakanginya.

“Eodhiya?” tanya sang eomma akhirnya. Heran melihat putrinya di hari minggu tampak berapi ria memakai kaos plus celana jins santainya. Tidak lupa tas selempangnya, bertengger rapi di pundaknya.

“Ini hari minggu eomma” protes si anak. Seperti tidak tau saja kebiasaanya di pagi hari tepat hari minggu. Sebenarnya tidak terlalu pagi juga. Ini sudah jam 10 pagi bukan? Sebentar lagi siang.

“Hah~ arra.. Jangan terlalu lama. Cepat pulang arrachi? Eomma membuat kue bolu kesukaanmu. Aiyo~ jika menunggu sebentar saja, eomma akan membungkus kue bolu untuk bekalmu sehabis berenang” Memindahkan semua peralatan dapur yang kotor ke wastafel. Tidak melirik sedikit pun aegynya yang kini malah melihat eommanya sibuk mondar-mandir. Ayolah~ semuanya bisa dilakukan dengan pelan-pelan bukan? Tidak perlu tergesa-gesa seperti itu? Jadi merasa kesal diacuhkan eomma sendiri.

“Aiyak! Eomma~ aku bukan murid TK yang harus membawa bekal segala… Kau lupa putrimu ini sudah besar?” merenggut sebal, eommanya ini masih saja menyamakan dirinya dengan bayi yang baru saja lahir ke dunia.

“Kamu tetap anak kecil di mata eomma mu ini sayang~” menggoda si aegy lagi. Suka sekali sang eomma membuat anaknya sendiri merajuk.

“Eomma~ anakmu Shin Jia ini sudah besar. Aku sudah kelas 3 Senior High School.” memeluk sang eomma dari belakang. Aigo~ memang gadis ini sudah besar yang seperti dia katakan. Tapi sifat manjanya masih saja melekat. Apa dia tidak melihat eommanya tampak kesulitan? Mencuci peralatan dapur yang kotor, tapi anaknya malah dengan manja memeluk sang bunda.

“Dwaesseo. Kau tidak jadi pergi? Ppali ka~ Dan ingat jangan pulang terlalu sore”

“Siap bos!” memberikan satu penghormatan bak gadis ini sedang memberikan penghormatan penuh kepada sang bendera kebangsaannya. Mengumbar senyum manis, saat ibunya malah mencolek gemas hidungnya. Yang jelas-jelas jemari sang ibu penuh dengan busa sabun cuci.

“Kukukuku~ Nan galke~ eomma yeppeo~” Jia mencubit kedua pipi sang ibu, kemudian membersihkan busa yang mengecup ujung hidungnya dengan punggung tangan kanannya.

“Ckckckck… sangat mirip dengan seseorang” bergumam pelan, melihat punggung anaknya menjauh dari pandangan. Sesaat kemudian gedebam tutupan pintu rumah utama mereka menandakan si aegy benar-benar lenyap dari pandangan wanita paruh baya ini. Melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda –mencuci peralatan dapur yang kotor-

“Eomma!!!!! Sampaikan salamku pada appa! Katakan kalau anaknya yang cantik ini pergi ke kolam renang!!!”

“Aish~ Kapjangiya.. Benar-benar persis seperti sang ayah.. aigo~” Ternyata sang anak belum benar-benar pergi. Atau anaknya itu malah bisa membaca pikirannya? Wanita paruh baya ini yakin, semua sifat yang dimiliki putri tunggal mereka ini, menurun dari si appa aegy itu sendiri. Tidak lain dan tidak bukan adalah suaminya –appa Jia- yang sekarang masih asik melukis pulau kapuk di bantalnya.

“YEOBO IREONAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! INI SUDAH SIANG DASAR KEBO PEMALAS!!!”

Wadeoh~ Eomma Jia ternyata galak juga yah -_-*Dijitak Jia’s eomma -_-*Aw~

 

|***|

Berenang itu baik untuk kesehatan tubuhmu. Selain bisa menurunkan berat badan, renang terbukti bisa menghilangkan penyakit asma. Entah karena apa Shin Jia sangat menyukai olahraga yang berkecimpung dalam dunia air ini. Yang jelas, dirinya sangat suka berenang –dengan gaya apapun-

Mungkin karena impiannya sejak kecil ingin menjadi seorang putri duyung, seperti cerita dongeng Disney land itu. Demi apapun itu hanya sebuah lelucon yang dibuat-buat diadaptasikan ke dalam cerita dongeng anak-anak. Hah~

“Oh~ Huwaaa… airnya jernih” ucap Jia dengan kedua mata berbinar. Mendongak ke kolam renang. Dari sisi kolam, Jia dapat melihat bayangan tubuhnya di permukaan air. Tidak sabar untuk menceburkan dirinya langsung ke kolam.

Pakaian renang –yang menurutnya sudah sangat sopan itu- melekat ditubuhnya. Kacamata renang, dan untuk rambut dia biarkan basah. Ini hari minggu bukan? Hari minggu memang jadwalnya untuk keramas. Jadi lebih baik basahkan saja sekarang daripada nanti(?)

Hah~ sebelum berenang ria, Jia tidak lupa melakukan pemanasan. Sekedar meregangkan otot, dan berlari 3 kali putaran dari pinggir kolam yang bisa dibilang cukup luas itu. Maklumlah kolam renang untuk umum. Apalagi sekarang hari minggu. Pasti ramai pengunjung. Seperti saat ini, banyak keluarga yang berkunjung kemari sekedar untuk berekreasi.

 

|***|

“Yak! Nappeun saramiya~ Kalian 2 bocah tengik yang tidak tau diuntung”

“Aigo Chen-ah~ berhenti lah mengomel. Kami berbaik hati mengajakmu refreshing. Kami sudah muak melihatmu belajar terus, kau tau?”

Tiga sekawan. Aih chamkaman… kenapa namja berkacamata itu malah ditarik-tarik dua namja lain disampingnya? Namja berkacamata tampak terus meronta. Dua namja disebelahnya, berusaha lagi menyeret namja berkacamata itu masuk ke areal kolam renang umum.

Tiket sudah dibayar! Fix!

Dengan senyuman lebar dua namja tadi yang memegang erat namja berkacamata melepaskan tautan tangan mereka di masing-masing lengan si namja berkacamata.

“Cha~ kita sudah sampai!” teriak si namja satu tanpa malu. Rambut pirangnya yang dicatnya berwarna kuning, membuat penampilannya tambah perfect. Beberapa gadis yang lewat di depan mereka tampak terpana, terlihat begitu mengagumi tiga sosok pria dihadapan mereka ini. Bahkan saking tidak fokusnya, mereka malah tercebur ke dalam kolam tanpa sadar, yang alhasil membuat tiga namja tampan itu tertawa terpingkal-pingkal.

“Pabbo~ ckckck” ucap namja berkacamata itu pelan, sambil berdecak meremehkan para gadis yang tercebur ke kolam tadi.

“Chen-ah~ buka bajumu ppali~” Refleks namja yang dipanggil Chen yang aslinya namja bercamata tadi, menyilangkan tanganya di depan dada. Bak, seorang gadis belia yang hendak di rape oleh preman jalanan. Oh ya ampun~

“Ayo buka~” paksa temannya lagi. Namja bergigi kelinci itu terus mencoba me-rape Chen. Ah ani! maksudnya, terus memaksa membuka baju kaos warna putih milik Chen. Sedangkan si namja berambut pirang sibuk menertawakan dua temannya yang tengah berkutat itu.

“Geman Onew! Kita langsung ceburkan saja Chen ke kolam!” usul namja berambut pirang itu dengan mata berbinar penuh kemenangan.

“Ide bagus Key! Chulball!!!!”

“Oh-oh ANDWE!! YAK! KALIAN JANGAN COBA-COBA!” Chen berteriak panik. Ditarik paksa tas ranselnya oleh Key –namja berambut pirang- Sedangkan Onew –namja bergigi kelinci-, telah siap memegang pergelangan kaki Chen.

Dengan hitungan mundur… Onew yang telah siap mengangkat kedua kaki Chen, sedangkan Key sudah membopong Chen dengan jalan mendekap kedua lengan Chen erat,

“Tiga… dua…. Satu” Mengayun-ngayunkan tubuh Chen dipinggir kolam. bersiap membuang tubuh Chen lepas kedalam kolam. Pada hitungan terakhir, tubuh Chen sukses mendarat di kolam yang tingginya hanya 1 meter itu.

Byur~

Dengan masih memakai pakaian lengkap, kacamata yang sebenarnya bukan kacamata minus itu, yang bertengger tidak rapi lagi di panggal hidungnya, Chen berkonsentrasi mencapai permukaan air. Aiyak~ apa dua teman cecunguknya itu tidak tau kalau dirinya ini tidak bisa berenang?

Seenaknya saja menceburkan paksa begini. Beruntung hanya di kolam setinggi 1 meter. Coba kalau dia diceburkan ke spot kolam yang lebih dalam, ia yakin sudah pasti mati tenggelam. Mati dengan tidak elit begitu -_-

Dug~

Chen merintih di dalam air. Sesuatu seperti menubruk adik kecilnya. Dan tanpa Chen sadari, rupanya celana jinsnya yang kedodoran itu lepas dari sang tuan. Argh~ malunya~

Berhasil! Chen keluar dari dalam air. Mengusap-ngusap wajahnya, air yang banyak mengandung kaporit itu tak tau malu main masuk ke dalam matanya. Itu perih, kalian tau? Kacamatanya entah tertanggal dimana.

Oh my~ Celana jinsnya mengambang di permukaan air. Buru-buru Chen mengambil jinsnya, menyembunyikannya dalam air. Walaupun dia sendiri tau, percuma saja dia lakukan itu. Semua pengunjung kolam renang ini, sudah menatap aneh padanya sejak tadi. Memalukan, sangat memalukan Chen-ah~ -_-

“Yak kolor angry bird!! Kalau ingin nyebur lihat lihat dong! Kolam renang ini bukan milikmu saja dasar banci!”

Mwoya ige? Kolor angry bird? O-O Chen sepertinya tersadar, lekas mangatupkan kedua kakinya rapat. Ah~ bodoh sekali! Chen lupa mengganti kolor tidurnya tadi malam.. ah~ nappeuniya!! Sial!

“Nu-nuguya! Kenapa kau memarahiku? Salahkan dua orang disana yang menceburkanku ke dalam kolam” Dengan tergagap, Chen menunjuk dua orang temannya yang sekarang masih betah berada dipingir kolam –saling berpelukan takut- Tidak ingin hanya dirinya seorang diri yang disalahkan. Selama kamu menjunjung tinggi kebenaran, untuk apa takut? Oh please Chen~ Jiwa patriotmu jangan kumat disaat seperti ini.

“Cih~ Dasar kolor angry bird!”

“Ya yeoja tengik!!! Bisa tidak kau jaga ucapanmu eoh? Kalau bukan yeoja, aku tampar kau sekarang juga?”

Ups! Chenie~ Tidak seharusnya kau berkata begitu!

Yeoja yang berseteru sedari tadi dengan Chen tampak geram. Lebih geram dari saat tadi Chen menghalau –kawasan renang- yeoja ini. Begitu si yeoja hampir saja mencapai garis finish, –sedikit bermain lomba renang- sesuatu yang besar seketika masuk kedalam air. Menghalau pandangannya, yang alhasil kepala yeoja ini malah menyundul adik kecil Chen.

Tanpa disangka-sangka, celana jins namja yang menceburkan diri dihadapannya ini dengan tidak sopan, terlepas dari si tuan dan terpampanglah fenomena celana kolor bermotif angry bird itu. Ckckckck~ mengenaskan sekali Chen >_<

“Aku tidak takut kolor angry bird” Melepas kacamata renangnya, rambutnya yang sepunggung yang terbasahkann oleh air itu, semakin memancarkan aura sexy tersendiri bagi Chen. Sexy? Apa kau gila Chen?

Baru Chen sadari juga, kedua bola mata gadis ini begitu cantik. Aigo~ sepertinya dirinya sudah benar-benar gila. Begitu gampangnya dia memuji gadis yang jelas-jelas sudah menghinanya ini.

Yeoja itu mendorong tubuh Chen, dan lagi-lagi karena tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya dengan baik, Chen jatuh tertidur di kolam. Aih~ berani sekali yeoja itu. Ingatkan Chen untuk membalaskan dendamnya jika ia mempunyai kesempatan. ANDWE CHEN! Balas dendam itu tidak dibolehkan oleh Tuhan! Kau bisa digetok Siwon oppa!!#Apa hubungan?*Dicium Chen*Eh?O.o*

Pagi yang sial machi? Bagi gadis itu –mungkin- dan tentu juga bagi Chen.. Selain karena harus menanggung malu karena jinsnya terlepas, dia juga harus menanggung malu karena kolor angry birdnya yang lupa dia ganti tadi pagi. Kemaluan(?) yang berlipat ganda. Ckckckckck~

Pertemuan dua sejoli yang saling membenci, tanpa mereka ketahui benang merah sudah terikat manis di kelingking mereka masing-masing, saling bertaut erat. Walaupun mereka sebegitu tidak inginnya bertemu kembali, meskipun itu hanya bertatap muka sekalipun, tapi Tuhan mempunyai kejutan tersendiri bagi mereka.

Apa itu?

Nan molla*Dicium readers~*Aih~ XD*Gelindingan Mode On

Sampai jumpa di post-an berikutnya ^^ Tentu dengan judul berbeda 😀 Ahahahahahaha~ Seq fic 😀 ^_^ Dengan panjang/length sama 😀 Gak kurang gak lebih*Jangan nawar, Boo bukan dagang pindang ^^

Eh, chamkaman.. ngomong-ngomong, itu yeoja sapa ye? Kok berani-beraninya ngatain kolor angry bird yang Boo pilihin sendiri untuk Machen? 😀

*Nyengir tanpa dosa*

*Kepala Boo dijedotin ke tembok ma readers*

Oh my~ -_- *Benjol ModeOn

 

 

 

|***|

KKEUT!!!!!!!

Iklan

4 thoughts on “[Pertemuan Pertama] Fenomena Penampakan Kolor Angry Bird

  1. wkwkwkwk…. chenny jdi culun gtu… .-.
    buset dah celanany ngambang di kolam? o.o ketawan pke kolor angry bird pula… muahahahaha…. xD

Leave a Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s